Petugas kepolisian mengalihkan arus lalu lintas di perbatasan Kota Tangerang - Kota Tangerang Selatan, Banten. Antara Foto/Fauzan
Petugas kepolisian mengalihkan arus lalu lintas di perbatasan Kota Tangerang - Kota Tangerang Selatan, Banten. Antara Foto/Fauzan

Anies Diminta Koordinasi dengan Wilayah Sekitar soal SIKM

Nasional dki jakarta Virus Korona virus corona PSBB
Cindy • 29 Mei 2020 06:49
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta berkoordinasi dengan wilayah penyangga terkait surat izin keluar masuk (SIKM) Ibu Kota. Penyekatan dan penjagaan kendaraan masuk ke Jakarta harus lebih optimal.
 
"Misalnya sama wali kota Bogor atau Tangerang Selatan. Kan tidak bisa DKI Jakarta yang kendalikan sendiri semuanya, jadi harus berlapis begitu dan seirama," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani lewat keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2020.
 
DPRD DKI Jakarta belum mendengar perihal nota kesepahaman Pemprov DKI dengan daerah sekitar terkait SIKM. Menurut dia, kebijakan SIKM itu akan berdampak untuk daerah lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warga DKI yang dilarang masuk bakal menginap di wilayah penyangga hingga mendapat izin masuk ke Jakarta.
 
"Orang kerja di DKI habis mudik, menginap di Tangerang Selatan. Bisa saja (terjadi)," contohnya.
 
Dia menambahkan, pengawasan SIKM di lapangan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan bantuan TNI-Polri belum maksimal. Belum ada penetapan sanksi yang tegas terhadap warga yang tak memiliki SIKM.
 
"Kemarin sudah dilarang mudik, tetap saja ramai yang mudik. Ini publik butuh tahu hukuman tidak menggunakan itu seperti apa," ujar Zita.
 
Dia menyebut lonjakan arus balik tinggi seusai lebaran. Pemprov DKI harus siap dengan terus menyempurnakan sistem perizinan SIKM.
 
"Jangan sampai akses sulit atau eror. Akhirnya tidak bisa ke Jakarta karena kesalahan sistem," ucapnya.
 
Dia meminta seluruh warga Jakarta taat terhadap kebijakan tersebut. Pemberlakukan SIKM semata-mata untuk menekan angka penyebaran virus korona, bukan untuk mempersulit.
 
"Kita harus hargai usaha warga yang menetap di DKI, mereka rela menetap, tidak bertemu keluarga di kampung, ini buah dari taatnya," tutup Zita.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif