Termakan Janji Manis Pak Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui program rumah DP Rp0 tidak cocok bagi warga Ibu Kota yang berpenghasilan di bawah upah minimum provinsi (UMP). Hitungan Anies, uang mereka akan terkuras untuk membayar cicilan.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan, warga Jakarta kembali menelan janji manis yang pernah ditawarkan Anies dan Sandiaga Uno di kampanye Pilkada Jakarta 2017. Menurutnya, program-program yang ditawarkan keduanya saat kampanye belum dirasakan masyarakat miskin.

"Jadi saya kira, dari hari ke hari, rakyat akan disuguhi fakta dan data bahwa apa yang diomongkan pada masa kampanye itu adalah satu hal yang bersifat manis, tapi tidak ada buah yang diterima oleh rakyat," ujarnya di Posko Cemara, Jakarta, kemarin.


Begitu juga dengan program lain yang dijanjikan Anies-Sandiaga seperti One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE). Dari survei yang dilakukannya, Raja mendapati banyaknya usaha yang dipayungi program OK OCE bangkrut.

"Jadi, bagaimana mungkin mau mereplikasi apa yang dijanjikan Sandiaga di Jakarta. Di skop Jakarta saja tidak ter-manage, bagaimana mau ke level nasional?" ujarnya saat menyinggung langkah Sandiaga yang mengampanyekan OK OCE ke level nasional di Pilpres 2019.

Oleh karena itu, ia menyebut program-program yang ditawarkan Anies-Sandiaga merupakan kebohongan saat masa kampanye. Ia pun menyinggung agar masyarakat perlu memperhatikan rekam jejak Sandiaga yang kini maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi Prabowo Subianto.

"Jadi, ini pelajaran yang baik bagi rakyat Indonesia melihat track record Mas Sandiaga yang di mana-mana selalu bicara mengatasi pengangguran dan mengatasi kemiskinan," ujarnya.

Baca: Anies Siapkan Rusunawa buat Masyarakat Miskin

Rabu 17 Oktober lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjanjikan akan ada rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk warga berpenghasilan di bawah UMP yang suatu waktu bisa menjadi milik si penyewa. Hal itu disebabkan menurut Anies, program rumah DP Rp0 tidak ditujukan untuk mereka yang berpenghasilan di bawah UMP.

"Kalau tidak salah maksimal 30% dari penghasilan dipakai untuk mencicil. Jadi, kalau orang yang penghasilannya di bawah UMP dan dialokasikan untuk mencicil, ya habis uangnya," kata Anies di Tangerang Selatan, kala itu.

Dalam skema rumah DP Rp0, kata Anies, setiap bulannya warga harus mencicil Rp2,1 juta hingga Rp2,6 juta per bulan. Sementara itu, UMP Jakarta 2018 sebesar Rp3,6 juta.

Cicilan sebesar itu belum termasuk biaya listrik, air, dan iuran pengelolaan lingkungan. Padahal, Pemprov DKI menargetkan rusunami DP Rp0 itu untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan penghasilan Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan.

Baca: Anies Kesulitan Merealisasikan Janji Program

Oleh sebab itu, warga dengan penghasilan di bawah UMP sebaiknya menyewa di rusunawa saja. Namun, Anies menginginkan suatu waktu rusunawa itu bisa menjadi hak milik mereka.

"Lebih baik mereka sewa dengan harga yang murah, tetapi punya kepastian bila membayar dengan baik, merawat rumah dengan baik, dan setelah 20 tahun mereka bisa memiliki. Jadi, ada insentif untuk merawat," jelas Anies.

Rencana Anies itu sangat bertentangan dengan konsep rusunawa yang diterapkan gubernur sebelumnya, yakni rusunawa hanya dapat disewa, tetapi tidak dapat dimiliki karena rusunawa berdiri di atas lahan negara. (Media Indonesia)




(DMR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id