NEWSTICKER
Ilustrasi banjir Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. ANT/Jaya Kusuma.
Ilustrasi banjir Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. ANT/Jaya Kusuma.

Pemprov DKI Klaim Maksimal Menangani Banjir

Nasional banjir jakarta Jakarta Banjir
Sri Yanti Nainggolan • 14 Januari 2020 13:17
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) membantah lalai menanggulangi banjir yang terjadi saat malam pergantian tahun hingga Rabu, 1 Januari 2020. Pemprov DKI telah bekerja maksimal mencegah banjir.
 
"Yang jelas, kami Pemprov dipimpin Pak Gubernur, merespons bencana ini dengan waktu yang sangat singkat," kata Sekretaris Daerah Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Ia mengeklaim penanganan dilakukan dengan singkat dan cepat. Indikator terlihat dari aktivitas perdagangan dan transportasi yang berfungsi normal dalam waktu singkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saefullah mengatakan Pemprov DKI telah bekerja sejak Rabu, 1 Januari 2020, dini hari. Seluruh petugas dikerahkan mengantisipasi hujan deras dan genangan air.
 
"Mudah sekali menggerakkannya, karena mereka sudah tahu tugas dan fungsinya. Harus berada di mana dan bagaimana melakukan apa, itu sudah tahu," jelas dia.
 
Menurut Saefullah, genangan air di ibu kota tak separah biasanya. Contohnya, genangan air yang biasa muncul di area Balai Kartini dan Gedung Dinas Pendidikan DKI pascahujan sudah tak terlihat di pagi hari. Demikian juga di underpass Cawang yang cepat beroperasi kembali pascahujan deras tersebut.
 
"Itu termasuk jalan utama, sudah operasional. Underpass tak ada masalah karena pompa berfungsi baik," jelas dia.
 
Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta akan mendaftarkan gugatan class action terkait banjir Jakarta terhadap Pemprov DKI ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Pemprov DKI dituding gagal menangani banjir.
 
Sebanyak 20 orang meneken dalam berkas gugatan sebagai perwakilan dari 270 laporan lengkap yang masuk. Salah seorang anggota Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta Diarson Lubis memperkirakan kerugian yang timbul dari 270 laporan tersebut lebih dari Rp42 miliar.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif