Seorang perempuan memotret gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)
Seorang perempuan memotret gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Sampah Daun Kering Alternatif Atasi Polusi

Nasional dki jakarta polusi udara
Kautsar Widya Prabowo • 31 Juli 2019 17:23
Jakarta: Pakar hutan kota dan jasa lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Endes N Dahlan menyebut sampah daun kering bisa jadi alternatif atasi polusi. Triknya, sampah daun kering tidak dibakar alih-alih membiarkannya busuk secara alami.
 
"(Daun kering) jangan dikumpulkan lalu dibakar, tapi disimpan di sudut tertentu dan dibiarkan membusuk. Mikroorganisme (dari pembusukan) dapat menyerap gas karbon monooksida (CO)," ujar Endes kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019.
 
Endes menjelaskan secara ilmiah, gas CO yang berasal dari pembakaran kendaraan bermotor memiliki ikatan kuat dengan sel darah merah atau hemoglobin. Padahal sel darah merah berfungsi mengalirkan oksigen ke tubuh manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas dasar itu, tidak dipungkiri gas CO berlebih yang menyebar di langit ibu kota dapat menganggu kesehatan tubuh. Dengan metode pembusukan daun kering, polusi dapat diatasi.
 
Baca juga:Pakar Tanaman IPB Sebut Lidah Mertua Tak Efektif Atasi Polusi
 
"Dedaunan dibiarkan membusuk mikroorganismenya akan menyerap gas CO. Ini kekuasaan Allah, gas CO tidak bisa diserap oleh plasma daun, tapi bisa diserap mikroorganisme yang ada di daun busuk," tuturnya.
 
Manfaat daun kering sebagai alternatif mengatasi polusi sudah ia buktikan. Penelitian dilakukan dengan membandingkan dua tanah yang masing-masing diberikan daun kering kemudian dipaparkan gas CO.
 
Satu medium daun kering dibiarkan membusuk secara alami, medium lain diberikan cairan antibakteri. Hasilnya, tanah yang tidak diberikan cairan antibakteri mampu menurunkan gas CO. Mikroorganisme dalam pembusukan daun secara alami mampu menyerap gas emisi buang kendaraan tersebut.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif