Ilustrasi udara Jakarta - MI/Susanto.
Ilustrasi udara Jakarta - MI/Susanto.

Ganjil Genap Tak Efektif Menekan Polusi Udara

Nasional polusi udara
Nur Azizah • 15 Agustus 2019 10:39
Jakarta: Kebijakan perluasan ganjil genap tak efektif memperbaiki kualitas udara. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai kebijakan itu tak sungguh-sungguh dilakukan.
 
"Jika penerapannya hanya setengah hati, maka perluasan area ganjil genap tak akan efektif menekan kemacetan di Jakarta, dan tak akan mampu menekan tingginya polusi udara di Jakarta," kata Tulus di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Tulus menyampaikan pengecualian sepeda motor dalam kebijakan ganjil genap akan mendorong pengguna roda empat berpindah ke kendaraan roda dua. Apalagi, pertumbuhan kepemilikan sepeda motor di Jakarta mencapai lebih dari 1.800 per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka itu belum termasuk pengguna ojek daring. Pengecualian sepeda motor akan membuat kualitas udara tambah buruk.
 
(Baca juga:Ingub Anies Tak Efektif Atasi Polusi Udara Jakarta)
 
Berdasarkan data Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), sepeda motor berkontribusi paling signifikan terhadap polusi udara. Rinciannya, polusi dari sepeda motor 44,53%, mobil 16,11%, bus 21,43%, truk 17,7%, dan bajaj 0,23%;
 
"Wacana pengecualian taksi online juga merupakan langkah mundur, bahkan merupakan bentuk inkonsistensi. Pengecualian ini akan memicu masyarakat berpindah ke taksi online dan upaya mendorong masyarakat berpindah ke angkutan masal seperti Transjakarta, MRT, KRL akan gagal," ujar dia.
 
Tulus menilai upaya menekan polusi udara akan gagal manakala kendaraan di Jakarta masih gandrung menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Apalagi, masih banyak masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas rendah dan mengandung sulfur tingkat tinggi.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif