Sandi Minta Kementan Gencar Kembangkan Sentra Pangan

Husen Miftahudin 23 Mei 2018 16:34 WIB
panganRamadan 2018
Sandi Minta Kementan Gencar Kembangkan Sentra Pangan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar,.
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui harga-harga pangan di ibu kota mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga terjadi utamanya pada komoditas pangan dengan bahan-bahan produksi yang harus diimpor.

"Di ibu kota ini sekarang agak naik ya harga-harga walaupun di luar kendali kami karena dolarnya naik. Dolar sudah Rp14.200, secara otomatis harga ayam dan harga komoditas yang bergantung kepada dolar seperti tempe dan tahu itu perlahan merangkak naik," ujar Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Ayam, tempe, dan tahu merupakan komoditas yang produksinya bergantung pada kedelai. Untuk ayam, kedelai digunakan sebagai campuran pada bahan pakan ternak. Di sisi lain, produksi kedelai lokal tak mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga kekurangannya harus diimpor.


(Baca juga: Mendag Minta Pemprov DKI Jaga Harga Daging Ayam)

Sandi berharap Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan sentra-sentra pangan di daerah. Karena dengan begitu, sistem mata rantai bahan pangan menjadi lebih baik. Otomatis pasokan pangan ke kota-kota besar menjadi semakin lancar.

"Kita ingin ada satu terobosan bahwa di daerah-daerah bisa dikembangkan sistem mata rantai. Nanti kami akan lakukan sebuah diskusi yang mendalam dengan Kementerian Pertanian," tegas dia. 

Tak cuma demi kelancaran pasokan, menurut Sandi, sentra-sentra pangan juga harus mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di daerah.

"Sentra-sentra pangan di daerah itu kan menyerap peluang usaha dan peluang kerja. Lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya rakyat yang bisa menyuplai pangan ke ibu kota," pungkas dia.





(REN)