Sandi Tuntut Pertanggungjawaban FUI
Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno/ANT/Hafidz Mubarak
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta meminta Forum Untukmu Indonesia (FUI) bertanggung jawab atas meninggalnya M. Rizky Syahputra dan Mahesa Junaedi. FUI harus bertanggung jawab atas empat hal.

FUI dituntut mengganti kerugian atas kejadian tersebut. Sandi juga meminta FUI mengembalikan kondisi sarana dan prasarana umum seperti sedia kala.

"Ketiga, pencatutan logo Pemprov DKI harus ada permintaan maaf dari pihak penyelenggara. Terakhir, tentunya menanggung akibat dan menyelesaikan kasus dengan aparat hukum," tegas Sandi di Kementerian Koperasi, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Mei 2018.


Baca: Pembagian Sembako FUI Sempat Dihentikan

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menegaskan bahwa telah masuk daftar hitam. FUI banyak melanggar aturan.

"Bukan saja Pergub (Nomor 186 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional), tapi melanggar begitu banyak aturan dan ketentuan. Karena pembagian sembako itu tidak diperkenankan di Pergub," ucap Sandi.

Aturan itu menyebut Monas hanya boleh digunakan untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan. FUI juga dinyatakan melanggar Perda tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum.

"Lalu Biro Hukum sedang inventarisasi Perda apa saja yang dilanggar. Ini tugas kita memberikan sanksi. Tapi kalau soal kehilangan nyawa, wewenang aparat," tegas Sandi.

Baca: Polda Metro Bentuk Tim Gabungan Ungkap Insiden Sembako

M. Rizky Syahputra, 10, diduga menjadi korbanacara pembagian sembako yang diadakan  FUI di Monas, Jakarta Pusat. Kejadian bermula pada Sabtu, 28 April. Komariyah diantar anaknya menuju titik kumpul warga Pademangan yang hendak berangkat ke Monas.

Tak lama berselang, Komariyah melihat kerumunan orang mendesak dari belakang. Saat itu, Komariyah masih menggenggam Rizky yang ikut mengantre.

Baca: Kronologi Versi Keluarga Korban Antrean Sembako di Monas

Tiba-tiba ada desakan yang membuat Rizky terjatuh dan terinjak-injak. Komariyah keluar antrean karena melihat Rizky lemas. Rizky dibaringkan di bawah pohon di lingkungan Monas.

Kondisi Rizky semakin memburuk. Bocah itu muntah-muntah dan kejang. Dua orang berpakaian tentara membantu membawa Rizky ke pos kesehatan. Sayangnya, Rizky tak mendapat tindakan medis apa pun karena tak memiliki peralatan dan obat-obatan memadai.

Seorang dokter akhirnya merujuk RIzky ke RS Tarakan sekitar jam 13.30 WIB. Rizky dibawa dengan ambulans yang ada di posko dan tiba di IGD RS Tarakan sekitar pukul 14.00 WIB.

Rizky sempat dipindahkan ke ruang pediatric intensive care unit (PICU). Namun, nyawa Rizky tak tertolong.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id