Polres Bandara Wanti-wanti Terkait <i>Powerbank</i>
Ilustrasi.
Jakarta: Polisi meminta masyarakat menaati larangan membawa powerbank berkapasitas tertentu dalam penerbangan. Sebab, keberadaan alat pengisi baterai itu dapat membahayakan penerbangan.
 
"Mohon ditaati dan jangan coba-coba melanggar. Karena ini demi keselamatan orang banyak," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Akhmad Yusep, di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Maret 2018.
 
Yusep menjelaskan selalu berkoordinasi dengan pihak Bandara Soekarno-Hatta untuk menyosialisasikan aturan tersebut.
 
Polisi mendukung peraturan yang dibuat pemerintah ini lantaran mengedepankan keselamatan penumpang.
 
"Kami akan bantu untuk sosialisasi ke masyarakat dan menyampaikan maksud dan tujuan agar masyarakat paham," jelas Yusep.

Baca: Penumpang Pesawat Dibatasi Membawa Powerbank

Sebelumnya, Otoritas Bandara Soekarno-Hatta membatasi penumpang pesawat untuk membawa powerbank dalam penerbangan. Aturan tersebut terkait dikeluarkannya standar regulasi penerbangan oleh International Air Transport Association (IATA).
 
Powerbank yang dilarang tersebut berkapasitas 160Wh. Untuk di atas 100Wh dan di bawah 160Wh memerlukan persetujuan dari pihak maskapai untuk dibawa ke dalam bagasi kabin.
 
Kementerian Perhubungan telah mengatur regulasi tersebut dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Sipil Nasional (PKPN).
 
Regulasi pembatasan powerbank ini diduga muncul akibat ledakan di pesawat China Southern Airlines di Bandara Internasional Baiyun Guangzhou pada Minggu, 25 Februari. Pesawat jenis Boeing 777-300ER dilalap api karena ledakan dari powerbank.






(FZN)