Ilustrasi polusi udara. ANT/Sigid Kurniawan.
Ilustrasi polusi udara. ANT/Sigid Kurniawan.

Kualitas Udara Jakarta Diklaim Membaik

Nasional polusi udara
Nur Azizah • 20 Agustus 2019 15:48
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta mengeklaim kualitas udara di Jakarta meningkat. Hal ini disebabkan adanya kebijakan perluasan ganjil genap dan penanaman pohon.
 
"Perbaikan kualitas udara, rata-rata 18,9%. (Perluasan ganjil genap) signifikan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih di DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Andono menerangkan peningkatan kualitas udara terjadi tujuh hari setelah diberlakukannya perluasan ganjil genap. Sebelumnya, konsentrasi udara di DKI paling tinggi mencapai 75,05 ug/m3 dan paling rendah 54,9 ug/m3.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepekan penerapan ganjil genap konsentrasi udara paling tinggi mencapai 63,43 ug/m3. Kenaikan signifikan terjadi tiga hari setelah uji coba ganjil genap dengan kadar partikel 42,37 ug/m3.
 
Andono menegaskan peningkatan kualitas udara diketahui berdasarkan alat ukur PM 2,5 milik Pemprov DKI Jakarta. Kawasan yang menunjukkan perbaikan signifikan ialah Bundaran HI.
 
"PM 2,5 itu menunjukkan ada perbaikan, artinya konsentrasi partikel di udara lebih kecil setelah ganjil genap," ujar dia.
 
Andono optimistis kualitas udara di DKI terus meningkat seiring berlakunya perluasan ganjil genap. Namun, dia mengaku tak memiliki target tertentu.
 
"Pokoknya, kalau bisa lebih baik lagi ya lebih baik," pungkas dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif