Anggota tim advokasi banjir Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Senin, 10 Maret 2020. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Anggota tim advokasi banjir Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Senin, 10 Maret 2020. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Anies Diminta Belajar dari Gugatan Banjir DKI

Nasional banjir jakarta Jakarta Banjir
Fachri Audhia Hafiez • 10 Maret 2020 17:26
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta belajar dari class action yang diajukan 312 warga Ibu Kota ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dengan begitu, Anies dapat berbenah mengatasi banjir di Jakarta.
 
"Jadi ini pembelajaran untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, agar ke depannya betul-betul mempersiapkan (penanganan banjir)," kata anggota tim advokasi banjir Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta, Senin, 10 Maret 2020.
 
Menurut dia, Anies kerap menyuarakan upaya penanggulangan banjir saat kampanye Pilgub 2017. Anies seharusnya sudah memiliki trik mencegah terulangnya banjir di Ibu Kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau dia jadi gubernur harusnya dia tahu bagaimana menolong warga untuk mengurangi dampak buruk," ucap Tigor.
 
Anies Diminta Belajar dari Gugatan Banjir DKI
Ilustrasi: Banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur - Medcom.id/Zaenal Arifin
 
Baca:Class ActionBanjir Jakarta Bertambah Jadi 312 Penggugat
 
Tigor menilai gugatan ini juga sebagai bukti masyarakat belum mendapatkan pelayanan yang maksimal dari Pemprov DKI. Tidak ada sistem peringatan dini hingga bantuan darurat yang membuat korban banjir semakin terdampak.
 
"Mereka (korban) akhirnya kerugiannya makin besar, datang banjir tiba-tiba, enggak bisa mempersiapkan diri. Lalu waktu banjir bantuan enggak datang. Sampai hari ini pun mereka enggak pernah disapa oleh pemprov," ujar Tigor.
 
Sebanyak 312 penggugat merupakan korban banjir berasal dari lima wilayah administrasi DKI Jakarta. Dari Jakarta Barat, ada 150 orang, Jakarta Selatan 45 orang, Jakarta Utara 21 orang, Jakarta Pusat sembilan orang, dan Jakarta Timur 87 orang.
 
Para penggugat diwakili satu orang per wilayah administrasi. Total kerugian yang mereka alami diklaim Rp60,9 miliar.
 
Nasib gugatan ini masih menunggu ketetapan hakim. Kelanjutan perkara ini akan ditentukan dalam sidang putusan sela yang akan digelar pada Selasa, 17 Maret 2020.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif