Polantas memantau kendaraan saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganji genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Polantas memantau kendaraan saat hari pertama pemberlakuan kembali kebijakan ganji genap kendaraan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Ganjil Genap Diklaim Pangkas 40% Volume Kendaraan

Nasional sistem ganjil genap PSBB
Media Indonesia.com • 05 Agustus 2020 08:00
Jakarta: Pembatasan kendaraan berdasarkan pelat nomor polisi yang kembali diaktifkan diklaim efektif mengurangi kemacetan di Jakarta. Volume kendaraan di ruas jalur yang menerapkan sistem ganjil genap (gage) dapat ditekan.
 
“Contohnya, di ruas Jalan Sudirman-MH Thamrin bisa berkurang sampai 30 sampai 40 persen,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Kebijakan gage pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi kembali diaktifkan sejak Senin, 3 Agustus 2020, di 25 ruas jalan di Ibu Kota. Selain Jalan Sudirman-MH Thamrin, sistem gage diterapkan di Jalan Gatot Subroto, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Gadjah Mada, Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Suryopranoto, Jalan MT Haryono, dan Jalan Rasuna Said.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebijakan itu diberlakukan selama lima hari, Senin-Jumat, dibagi dalam dua jadwal, pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB. Sosialisasi gage berlangsung hingga Rabu, 5 Agustus 2020. Petugas di lapangan tetap siaga sembari membagikan brosur informasi.
 
“Kita masih mendapati banyak pelanggaran. Hari pertama saja ada 369 pelanggaran. Karena sifatnya masih sosialisasi, kita berikan teguran,” ujar Sambodo.
 
Penindakan akan dimulai pada Kamis, 6 Agustus 2020, dengan merujuk Pasal 287 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Denda maksimal kepada para pelanggar Rp500 ribu subsider dua bulan kurungan.
 
Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menyebut pelaksanaan gage di hari pertama cukup lancar. Dia menyebut data-data yang ada memperlihatkan penurunan mobilitas kendaraan pribadi di sejumlah ruas jalan yang diterapkan kebijakan gage.

Angkutan umum

Meski pembatasan kendaraan cukup efektif menekan mobilitas warga, kenaikan jumlah penumpang angkutan umum belum signifikan. Di TransJakarta, kenaikan jumlah penumpang hanya 5,96 persen. Pada Senin, 27 Juli 2020, ada 318.155 penumpang, sedangkan Senin, 3 Agustus 2020 mencapai 337.118.
 
Baca: Daftar 25 Ruas Jalan Ganjil Genap
 
Sebaliknya, ada penurunan jumlah penumpang di angkutan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Pada Senin, 27 Juli 2020, MRT menampung 22.711 penumpang, sedangkan Senin, 3 Agustus 2020, turun 2,38 persen menjadi 22.171 orang. Fakta ini membantah prediksi munculnya gelombang perpindahan pengendara ke angkutan umum.
 
“Ganjil genap ini cukup baik dalam menekan aktivitas warga. Artinya pesan yang kami sampaikan dengan ganjil genap ini berhasil,” ungkap Syafrin.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif