Kemenhub Minta Perluasan Ganjil Genap Dilanjutkan

M Sholahadhin Azhar 12 September 2018 11:41 WIB
sistem ganjil genap
Kemenhub Minta Perluasan Ganjil Genap Dilanjutkan
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Perluasan ganjil genap selama Asian Games dan Asian Para Games 2018 dianggap membawa dampak positif. Kementerian Perhubungan menilai kebijakan tersebut merupakan langkah positif dan harus dilanjutkan.

"Saya kira begitu ya, tapi nanti usai Asian Para Games baru kita putuskan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiadi di Jakarta Pusat, Rabu, 12 September 2018.

Menurut dia, saat Asian Games, kecepatan kendaraan di Jakarta meningkat 44 persen. Rasio kendaraan juga menurun 20 persen dan emisi CO2 dipangkas hingga 20 persen. 


Selain itu, jelas dia, masyarakat yang memakai kendaraan umum meningkat hingga 45 persen. "Ini yang terpenting, ganjil genap mendorong pemakaian angkutan umum," kata Budi.

Kebijakan itu dianggap langkah tepat dari pemerintah, terutama dalam menciptakan gaya hidup baru bagi masyarakat dengan menggunakan angkutan umum. Pasalnya, masyarakat Jakarta terlalu lama berada di zona nyaman.

Artinya, kata dia, tipikal masyarakat cenderung lebih suka memakai kendaraan pribadi daripada angkutan masal. Setiap keluar rumah, mereka selalu bergantung pada kendaraan bermotor milik sendiri.

"Kalau kita telanjur di zona nyaman dan menggunakan angkutan pribadi, maka harus kita ubah lifestyle memakai kendaraan umum," jelas dia.

Baca: Tim Kajian Dibentuk Mempermanenkan Ganjil Genap

Perluasan ganjil genap diberlakukan mulai 1 Agustus hingga 2 September 2018 dalam rangka perhelatan Asian Games. Kebijakan itu kemudian dilanjutkan hingga Asian Para Games 2018 Oktober nanti. 

Sebelum diterapkan, perluasan ini telah diuji coba selama satu bulan. Sistem ganjil genap berlaku mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB setiap Senin hingga Minggu.

Ruas jalan terkena perluasan ganjil genap, yakni Jalan Jenderal S Parman mulai Simpang Tomang hingga Simpang Slipi, Jalan Jendral MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, dan Jalan Jendral Ahmad Yani. 

Selanjutnya, Jalan Benyamin Sueb dari Bundaran Angkasa hingga Kupingan Ancol, Jalan Metro Pondok Indah dari Simpang Kartini sampai Simpang Pondok Indah Mall, serta Jalan RA Kartini dari Simpang Ciputat Raya hingga Simpang Kartini juga menerapkan kebijakan ini.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id