Ilustrasi ERP. Foto: MI/Pius Erlangga
Ilustrasi ERP. Foto: MI/Pius Erlangga

Sistem GaGe Dinilai Tak Efektif

Nasional sistem ganjil genap
Sri Yanti Nainggolan • 20 November 2019 18:47
Jakarta: Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai sistem ganjil genap (gage) yang diberlakukan setahun terakhir tak signifikan. Tujuan utama buat mengurangi kemacetan disebut tak tercapai.
 
"Orang justru cenderung membeli mobil baru. Soalnya pakai mobil begitu nyaman," kata dia saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 20 November 2019.
 
Akibatnya, kemacetan dan polusi udara tak berkurang. Djoko mengungkapkan sistem gage ditujukan buat sementara, sambil menunggu electronic road pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar pada 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"ERP lebih efektif. Tak perlu memberi penjaga di jalan (seperti tol)," ujar dia.
 
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengungkapkan sistem gage tak efektif bila berlaku lebih dari setahun. Ini salah satu alasan ERP diharuskan berjalan tahun depan.
 
"Gage (ganjil genap) mulai Desember tahun lalu, Desember ini sudah setahun. Lebih dari setahun sudah tak efektif," ujar Bambang kepada Medcom.id, Selasa, 19 November 2019.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kebijakan ganjil genap. Aturan ini mulai efektif dilaksanakan pada Rabu, 2 Januari 2019. Perpanjangan ini berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.
 
Kebijakan ganjil genap tak akan diterapkan selamanya. Kebijakan itu akan dihapus bila 60 persen masyarakat sudah berpindah menggunakan transportasi massal.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif