Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan aplikasi Jakarta Aman. Foto: Medcom.id/Theo.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan aplikasi Jakarta Aman. Foto: Medcom.id/Theo.

Subsidi MRT Bakal Diintegrasikan

Nasional transjakarta mrt
Nur Azizah • 26 Maret 2019 19:34
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta akan mengintegrasikan subsidi Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Light Rail Transit (LRT), dan TransJakarta. Saat ini Pemprov DKI masih menghitung jumlah subsidi untuk transportasi massal tersebut.
 
Tahun ini, subsidi masih diberikan secara terpisah. MRT disubsidi Rp572 miliar dan LRT Rp372 miliar. "Nantinya subsidi itu dilakukan secara terintegrasi, jangan subsidi satu moda saja, subsidinya harus keseluruhan moda," kata Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Maret 2019
 
Mantan Mendikbud ini berencana membuat tarif MRT berdasarkan integrasi. Ia menargetkan tarif integrasi selesai tahun depan. "Saya rasa tahun depan baru kita lakukan semuanya terintegrasi," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Anies dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi telah menyepakati tarif MRT Rp10 ribu per 10 kilometer. Kesepakatan ini dilakukan setelah Anies melakukan renegosiasi.
 
Renegosiasi dilakukan tertutup di ruangan Prasetio, lantai 10 Gedung DPRD DKI Jakarta. Dalam negosiasi itu Anies didampingi Sekretaris Daerah Saefullah dan Asisten Perekonomian Setda Sri Haryati.
 
Renegosiasi berlangsung selama satu setengah jam. Dari hasil itu, Anies dan DPRD DKI menyepakati bahwa tarif MRT Jakarta Rp10 ribu per 10 kilometer.
 
Tarif ini sesuai usulan awal Pemprov DKI. Sedangkan, tarif maksimal sebesar Rp14 ribu dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran HI atau sebaliknya.
 
"Alhamdulillah tadi kita mendiskusikan bersama di ruang Pak Ketua DPRD. Ada dua versi, kalau dihitung per 10 kilometer maka tarifnya adalah Rp10 ribu. Kalau diterjemahkan dalam bentuk rata-rata maka Rp8.500," kata Anies.
 
Baca: Minim Informasi Penyebab Perilaku 'Norak' Penumpang MRT
 
Dia menjelaskan, perhitungan tarif MRT berdasarkan pada jarak antar stasiun. Semakin pendek jarak antar stasiun maka semakin rendah tarifnya, begitu juga sebaliknya.
 
Misalnya, jarak dari stasiun Lebak Bulus ke stasiun Fatmawati hanya perlu Rp4 ribu. Adapun tarif dari stasiun Lebak Bulus hingga Dukuh atau atau Bundaran HI sebesar Rp14 ribu.
 
"Jadi, tiap-tiap tempat itu berbeda. Kalau saya ditanya berapa tarif MRT, saya tanya balik, kamu mau dari mana ke mana? Karena itu ini penjelasannya dari bentuk tabel," terang dia.
 
Dengan begitu, jumlah subsidi yang dibutuhkan per penumpang yakni Rp21.659 atau sekitar Rp572 miliar per tahun. Sedangkan tarif untuk Light Rail Transit (LRT) tidak ada perubahan dari penetapan kemarin, yakni Rp5 ribu.
 
Dengan begitu, subsidi per penumpang untuk LRT Jakarta yakni Rp35.655 per penumpang atau sekitar Rp327 miliar untuk LRT pada 2019 ini.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif