Sandi Sindir PNS yang Mudik Pakai Mobil Dinas
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno angkat bicara soal peraturan pemerintah pusat yang memperbolehkan mobil dinas dipakai untuk mudik. Untuk di DKI Jakarta, ia menyerahkannya kepada masing-masing pegawai negeri sipil (PNS). 

"Tanyakan ke hati nurani. Pantas enggak sih mobil milik rakyat untuk kebutuhan pribadi? Itu tanya sendiri ke hati nurani. Diperbolehkan?" kata Sandiaga di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 7 Mei 2018.

Sandiaga tak membolehkan atau melarang jajaran PNS menggunakan mobil dinas. Yang jelas, menurut Sandiaga, semua fasilitas negara harus digunakan secara proporsional. 


Sebab, kata dia, semuanya dibeli menggunakan uang masyarakat dan mobil itu bukan milik pribadi. "Kalau menurut saya, kita mensyukuri fasilitas yang kita terima, tapi tidak melakukan abuse. Tidak memanfaatkan secara tidak proporsional. Itu pesan saya kepada ASN di lingkungan Pemprov DKI," tandas dia. 

(Baca juga: Tambahan Cuti Lebaran Bikin Runyam Pemudik)

Terpisah, Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional Zudan Arif Fakrulloh menilai tak masalah bila mobil dinas dipakai untuk mudik. Sebab, kata dia, ketika Lebaran, mobil-mobil itu berada di kantor pemerintahan tanpa perawatan. 

"Terutama yang bisa digunakan untuk rombongan, akan jauh lebih bermanfaat," katanya saat dihubungi.

Namun, Zudan menyebut semua risiko pemakaian harus dibebankan kepada PNS. Kerusakan, konsumsi bensin, dan lainnya harus menjadi tanggung jawab PNS. 

Lebih lanjut, ia juga tak menyoal soal pandangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait hal ini. "Ini kan beda perspektif saja. Kalau dianggap perilaku koruptif, itu pandangan KPK. Kalau saya memandang dari aspek kemanfaatannya. PNS mau pulang repot, bus di kantor nganggur," tukas dia. 





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id