Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. Medcom.id/Nur Azizah
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. Medcom.id/Nur Azizah

Kritik pada Pejabat Diminta Disampaikan dengan Argumen dan Etika

Nasional DKI Jakarta Pemprov DKI Giring Ganesha partai solidaritas indonesia Anies Baswedan
Theofilus Ifan Sucipto • 25 September 2021 04:37
Jakarta: Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta kritik pada pejabat disampaikan dengan argumen dan etika. Kritik yang disampaikan tidak boleh saling menjatuhkan.
 
“Kritik boleh tapi dengan data, fakta, dan argumentasi yang beretika,” kata Zita dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 September 2021.
 
Zita menyinggung kritik yang disampaikan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha alias Giring Nidji. Giring menyebut dirinya tidak rela bila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Giring menuding Anies sebagai pembohong. Dia juga menyebut Anies gagal dalam mengelola anggaran.
 
“Demokrasi kita patokannya menang, bukan lagi value atau nilai. Akhirnya saling menjatuhkan dan bukan lagi memberi sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat,” papar Zita.
 
Zita mengatakan dirinya adalah salah satu orang yang paling keras mengkritik Anies bila ada yang salah. Namun kritik itu dilandasi data dan argumen yang jelas.
 
Sebaliknya, Zita akan mengapresiasi Anies bila kinerjanya baik. Salah satunya capaian vaksin covid-19 di Jakarta yang hampir mencapai 100 persen.
 
“Artinya program dari gubernur ini kan diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat,” ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
Zita menilai masyarakat sudah tidak bisa dibodoh-bodohi. Apalagi digiring opininya tanpa dasar yang jelas.
 
“Sebagai elite, beri contoh yang baik untuk masyarakat. Kita bisa menilai mana yang banyak bicara mana yang bekerja,” ucap dia.
 
Sebelumnya, Giring menyatakan tidak rela apabila Anies Baswedan mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia untuk 2024. Dia membeberkan rekam jejak Anies.
 
"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat Pemilihan Presiden 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan," kata Giring.
 
Giring menilai Anies merupakan sosok pemimpin daerah yang tidak peduli dengan kondisi kesulitan yang dialami warga. Anies juga tidak mendengarkan keluhan warga serta tidak mampu menghadapi krisis.
 
"Indikator utama dalam menilai kegagalan Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara gubernur DKI Jakarta membelanjakan uang rakyat selama pandemi," tutur dia.
 
Baca: Mahfud MD Ingatkan Pentingnya Menjadi Politisi dan Parpol Bersih
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif