Gedung DPRD DKI Jakarta. MI Panca Syurkani.jpg
Gedung DPRD DKI Jakarta. MI Panca Syurkani.jpg

DPRD DKI Diminta Mengefisienkan Anggaran Untuk Kesehatan

Nasional dprd dki jakarta kisruh apbd dki dprd dki
Medcom • 02 Desember 2020 13:29
Jakarta: DPRD DKI diminta mengefisienkan penggunaan anggaran untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi. Kenaikan gaji dan tunjangan dewan di tengah pandemi covid-19 dinilai kurang tepat.
 
"Menaikkan anggaran d tengah wabah covid-19 kurang sensitif, terutama untuk gaji dan tunjangan anggota DPRD. Saat ini yang dibutuhkan adalah anggaran untuk pemulihan ekonomi, bantuan sosial dan penyediaan vaksin untuk vaksinasi. Semua itu tidak akan selesai sampai tahun depan," kata peneliti Saiful Mujani Research Center (SMRC), Saidiman Ahmad, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Dia menyarankan DPRD DKI Jakarta mengutamakan APBD DKI Jakarta untuk kebutuhan publik yang mendesak.
 
"Harus dilakukan efisiensi anggaran. Pemulihan ekonomi dan kesehatan publik harus menjadi prioritas utama. Pemerintah dan DPRD perlu menunjukkan sikap solider pada rakyat yang sedang mengalami persoalan serius," kata Saidiman.
 
Seperti diketahui, gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta melonjak dari Rp129 juta menjadi Rp173.249.250 per bulan. Angka itu terungkap dari Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang disepakati DPRD dan Pemprov DKI.
 
Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI Eneng Malianasari mengungkapkan, anggaran penunjang kegiatan anggota DPRD DKI dalam rancangan APBD DKI Jakarta tahun 2021 sebesar Rp888,68 miliar.
 
Dia menyebut kenaikan anggaran tersebut untuk tunjangan rencana kerja anggota DPRD, seperti reses, kunjungan kerja, sosialisasi perda (peraturan daerah) dan raperda (rancangan peraturan daerah), hingga sosialisasi kebangsaan.
 
"Anggaran Rp888,68 miliar untuk kegiatan 106 anggota Dewan. Sementara itu, jutaan rakyat di luar sana mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi covid-19. Tidak elok rasanya jika besaran kenaikan anggaran sedemikian besar, makanya kami menolak ini," kata Eneng.
 
Total anggaran yang diajukan untuk tahun 2021 mencapai Rp 8.383.791.000 per anggota DPRD. Secara keseluruhan 106 anggota, maka anggota legislatif menghabiskan Rp 888.681.846.000 dalam setahun.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif