Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Kasus DBD di Jakarta Mulai Meningkat

Nasional demam berdarah
Putri Anisa Yuliani • 14 Desember 2019 13:59
Jakarta: Jumlah kasus demam berdarah (DBD) di Jakarta mulai meningkat. Pada Oktober kasus DBD sebanyak 73 kasus, sementara pada November jumlah kasus mencapai 102 kasus atau naik sebanyak 39,7 persen.
 
Kenaikan ini juga lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu. Pada Oktober lalu, jumlah kasus DBD sebanyak 110 kasus dan di bulan berikutnya naik menjadi 136 kasus. Pada tahun lalu jumlah kenaikannya mencapai 23,6 persen.
 
Meski demikian, Kepala Bidang Pencegaan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani mengklaim angka kasus DBD di awal musim penghujan ini relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia pun menegaskan upaya-upaya pencegahan terus dilakukan sejak awal musim hujan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebetulnya kasus DBD itu ada terus sepanjang tahun, hanya saja peningkatan akan meninggi memasuki musim hujan karena kondis cuaca yang mendukung nyamuk untuk berkembang biak. Sehingga kita sudah mulai giatkan pencegahan di awal musim hujan," kata Dwi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu, 14 Desember 2019.
 
Jumlah kasus diprediksi akan meningkat di bulan-bulan yang menjadi puncak musim hujan seperti Januari hingga Maret mendatang. Meski demikian, tindak pencegahan telah dimulai sejak sekarang.
 
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi tindak pencegahan utama yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Masyarakat diimbau untuk bisa mandiri melakukan PSN. Jika belum memahami cara-cara PSN, petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap kelurahan akan selalu siap membantu mengedukasi masyarakat.
 
"Setiap rumah diharapkan bisa memantau jentik dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk sendiri. Karena warga pemilik rumahlah yang paling memahami sudut-sudut tempat tinggalnya yang rawan digenangi air sehingga menjadi sarang nyamuk. Juga perhatikan hal-hal kecil seperti penampung dispenser, daun-daunan, sampah gelas plastik maupun kemasan lainnya yang bisa menjadi tempat air menggenang," pungkasnya.
 
Sementara itu, pada puncak musim hujan di triwulan pertama 2019 sejak Januari hingga 13 Maret tercatat ada 2.883 kasus DBD di Jakarta. Pada Januari 2019 terdapat 989 kasus, Februari 1.564 kasus, dan Maret hingga tanggal 13 terdapat 330 kasus.
 
Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sepanjang 2018 jumlah DBD sebanyak 2.963 kasus dengan dua kematian.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif