Korban penggusuran di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 20 November 2019. Medcom.id/Yurike Budiman.
Korban penggusuran di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 20 November 2019. Medcom.id/Yurike Budiman.

Korban Penggusuran Sunter Belum Daftarkan Anak Sekolah

Nasional penggusuran
Yurike Budiman • 21 November 2019 07:10
Jakarta: Korban penggusuran di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter, Jakarta Utara, belum mendaftarkan diri untuk direlokasi ke Rusunawa Marunda. Korban penggusuran juga belum mendaftarkan anak mereka sekolah.
 
Kasi Dikmen Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Utara Rasmadi mengatakan pemerintah menyediakan fasilitas sekolah di Rusunawa Marunda. Hal itu telah disosialisasikan sejak hari pertama penggusuran.
 
"Untuk rumahnya pemerintah menyiapkan rumah susun, sedangkan sekolahnya di Marunda Terpadu. Di sana ada sekolah TK, PAUD, SD, SMP satu atap," kata Rasmadi saat ditemui di Sunter, Rabu, 20 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rasmadi tak tahu jumlah anak korban penggusuran di kawasan Sunter. Pemprov DKI, kata dia, telah berulang kali menyampaikan perihal fasilitas sekolah tersebut. Tapi, masyarakat seolah enggan mendaftarkan anaknya sekolah.
 
"Tadi juga sudah saya sampaikan lagi tapi mereka bilang 'enggak sekolah enggak apa-apa yang penting bisa makan', jawaban mereka seperti itu," kata Rasmadi.
 
Rasmadi berusaha memberikan pemahaman kepada warga yang seolah tak peduli dengan pendidikan anak mereka. Ia menyebut pendidikan bisa memperbaiki masa depan anak.
 
"Kalau tidak bisa nulis, nanti nulis berapa kilo besi yang dijual, bagaimana? Kalau enggak sekolah kan enggak bisa apa-apa. Tapi mereka tetap gak mau. Mudah-mudahan nanti mau dan sesuai dengan program pemerintah," jelas Rasmadi.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif