Ciliwung Mendesak Dinormalisasi
Ilustrasi: Pekerja menggarap proyek normalisasi Kali Ciliwung dengan alat berat di kawasan Bukit Duri, Jakarta. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
Jakarta: Proyek normalisasi di Kali Ciliwung mandek sejak awal 2018. Seharusnya, kali yang melintasi 28 kelurahan itu diperlebar hingga 50 meter.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi memastikan sejumlah rumah bakal terendam lantaran normalisasi tak berjalan. Ia pun meminta para warga untuk waspada.

"Bukit Duri sudah dinormalisasi sebagian dan banjirnya berkurang. Tapi sebelah kanannya belum diapa-apakan. Kalau hujan pasti banjir," kata Heri di kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018.


Baca: Penataan Bantaran Kali Mandek di Era Anies

Hari menuturkan, sisi kanan Kali Ciliwung belum bisa dinormalisasi lantaran keterbatasan lahan. Pembebasan lahan menjadi wewenang Pemprov DKI Jakarta.

"Normalisasi harus. Normalisasi itu melebarkan yang sudah menciut," ujar dia.

Saat ini, lebar kali Ciliwung hanya berkisar 10 hingga 20 meter dari kondisi semula 50 meter. Selain normalisasi, pendalaman atau pengerukan juga diperlukan untuk memaksimalkan kali menampung air.

"Diperdalam bisa, tapi kalau ada sedimentasi. Makanya perlu normalisasi agar air bisa cepat dialirkan ke laut. Kalau ketahan terlalu lama di tanah, itu akan jenuh," pungkasnya.

Hingga saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Baru berhasil menormalisasi sungai sepanjang 16 kilometer dari target 33 kilometer. Lantaran tidak ada normalisasi tahun ini, BBWSCC mengembalikan anggaran normalisasi sebanyak Rp40 miliar.



(YDH)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id