Warga Waswas Perluasan Ganjil Genap Tambah Kemacetan
Sistem ganjil genap di Jalan Jendaral Sudirman. Foto: MI/Galih Pradipta.
Jakarta: Sebagian warga waswas perluasan penerapan sistem ganjil genap justru bakal menambah kemacetan. Apalagi, mereka juga baru mengetahui soal kebijakan yang akan diberlakukan akhir Juli 2018. 

Aji, 34, warga Jakarta, cemas bila ganjil genap malah akan menyusahkannya untuk berangkat kerja ke kantor di sekitaran Pondok Indah, Jakarta Selatan. Terlebih, dia belum mendapatkan informasi akurat soal penerapan sistem itu di Pondok Indah.

"Belum tahu. Tapi, kalau memang akan dilakukan perluasan hingga sini (Pondok Indah), saya ragu dengan kelancaran lalu lintas nantinya," kata Aji kepada Medcom.id di Pondok Indah, Kamis, 24 Mei 2018.


Keraguan Aji berpangkal dari penerapan ganjil genap di Jalan Jenderal Sudriman dan MH Thamrin. Dia melihat kebijakan yang diberlakukan di wilayah itu mengakibatkan kemacetan di wilayah lainnya karena warga mencari jalan alternatif. "Area lain jadi macet."

Warga lainnya, Silvy, 26, sependapat dengan Aji. Menurut dia, sistem ganjil genap tidak perlu diperluas. "Enggak perlu ditambahin titiknya yang sampai ke Kebayoran Baru. Harusnya Pemprov (Pemerintah Provinsi) kasih solusi lain buat lalu lintas di Jakarta."

Di sisi lain, Fitri, 29, memiliki suara berbeda. Walau baru mengetahui perluasan sistem ganjil genap, dia setuju dengan kebijakan itu. Pasalnya, dia melihat hal itu dapat membantu menyukseskan Asian Games.

"Kalau jadi Juli itu (diterapkan), bisa jadi solusi buat kelancaran jalan kendaraan selama Asian Games," ucap dia.

Baca: Ganjil Genap Bakal Diperluas Selama Asian Games 2018

Sementara itu, sistem ganjil genap telah berlaku di Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan sebagian Gatot Subroto. Selanjutnya, Pemprov merencanakan perluasan sejumlah titik menjelang Asian Games. 

Titik perluasan ganjil genap tersebut ialah Jalan S Parman-Jalan Gatot Subroto-MT Haryono-DI Panjahitan-Jalan A Yani-Simpang Coca Cola/Perintis Kemerdekaan Cemput. Sistem juga diterapkan di Arteri Pondok Indah, dari Simpang Kartini sampai dengan Simpang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selain itu, penerapan dilakukan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan dan di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. 





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id