Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta/MI/Panca Syurkani
Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta/MI/Panca Syurkani

Pengesahan Raperda Penanggulangan Covid-19 Berpotensi Molor

Nasional Virus Korona PSBB pandemi covid-19
Kautsar Widya Prabowo • 07 Oktober 2020 22:32
Jakarta: Nasib pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Covid-19 di DKI Jakarta masih gelap. Pengesahan bahkan diperkirakan molor dari target awal, yakni 13 Oktober 2020.
 
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Pantas Nainggolan mengatakan masih ada beberapa pembahasan yang perlu dikaji secara mendalam. Salah satunya, terkait Pasal 19 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pasal 36 tentang Sanksi Pidana.
 
"Masih (bisa molor). Iya. Kita kan enggak ingin juga hanya jadi lembaga stempel gitu," ujar Pantas di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 7 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pantas mengatakan pada pembahasan hari ini, Bapemperda telah memangkas belasan pasal yang dinilai tumpang tindih. Sebab, diperlukan sinkronisasi kembali untuk memastikan urutan pasal telah sesuai. Tahapan itu akan dilakukan pada Senin, 12 September 2020.
 
"Jadi misalnya bab delapan ternyata (setelah dihapus) sekarang udah jadi bab tujuh. Pasal 30 udah jadi 25," kata dia.
 
Baca: Sanksi Pidana di Raperda Penanganan Covid-19 Masih Digodok
 
Proses sinkronisasi akan melibatkan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Baik Pemprov dan DPRD harus sama-sama menyetujui isi perda yang akan mempercepat penanggulangan covid-19 di Ibu Kota.
 
"Kita lihat apakah sudah persis sama seperti apa yang kita bicarakan. Kalau masih kurang sinkron, kita sinkronkan lagi," kata dia.
 
Politikus PDI Perjuangan itu memastikan tidak ada kekosongan hukum dalam penanganan covid-19 meski ada potensi keterlambatan pengesahan perda. Peraturan gubernur (pergub) yang saat ini diterapkan masih menjadi landasan.
 
"Tapi setelah perda ini dikeluarkan, maka pergub lain yang tidak sesuai aturan otomatis tidak berlaku lagi," kata dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif