Tao di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Medcom/Ilham
Tao di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Medcom/Ilham

Toa Peringatan Bencana Bukan Hanya untuk Banjir

Nasional banjir jakarta
Ilham Pratama Putra • 18 Januari 2020 15:04
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menyebut toa atau pengeras suara peringatan bencana tak hanya untuk peringatan banjir Ibu Kota. Sistem yang disebut Disaster Warning System (DWS) ini juga menginformasikan bencana alam lainnya.
 
"Jadi bukan hanya info ketinggian air di Katulampa saja misalnya. Tapi semua peringatan dini bencana entah itu cuaca buruk dan lain-lain," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Subejo kepada Medcom.id, Sabtu, 18 Januari 2020.
 
Pengelolaanya DWS dikoordinasikan dengan beberapa pihak. Ada pengolahan data potensi bencana sebelum disiarkan pada DWS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita transmisi dari BPBD, dari call center 112, pengolahan data oleh BMKG dan lainnya yang kita kirim ke masyarakat. Juga nanti ke aparat nanti dia bisa tidak lanjut tuh dia hubungi RW-nya, tokoh masyarakatnya," jelas Subejo.
 
Guna penyebaran peringatan dini yang lebih masif, Subejo mengingatkan masyarakat untuk turut serta dalam menyebar informasi. Salah satunya melalui pengeras suara di rumah ibadah.
 
"Berarti bisa lebih siap. Kalau Depok tiga jam lagi nih, kalau Manggarai sekitarnya bikin 6 jam lagi nih air mau datang (dari Katulampa). Kalau ada lantai dua, ke lantai dua atau diungsikan ke tempat yang lebih aman dulu gitu kan sudah tahu," kata dia.
 
Terkait anggaran besar yang mencapai Rp4 Miliar Subejo menjelaskan rincian satu set DWS. Menurut dia, ada banyak komponen yang menyebabkan anggaran yang dikeluarkan besar.
 
"Jadi komponen nya tidak hanya speaker, ada tiangnya, stasiun radio, transmisi, wireless, kemudian ada storage battery jadi satu kesatuan sistem," pungkas dia.
 
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam set alat yang digunakan untuk sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) bencana pada tahun 2020. Alat yang digunakan bernama alat disaster warning system (DWS).
 
Dalam catatannya saat ini DKI Jakarta telah memiliki 24 DWS yang tersebar di 14 kelurahan. Masing-masing kelurahan terdapat tiga alat DWS.
 
Untuk Jakarta Barat ada di kelurahan Kapuk, Kembangan Utara, dan Rawa Buaya. Untuk Jakarta Timur ada di kelurahan Cawang, Cipinang Melayu, Kebon Pala, Kampung Melayu, dan Bidara Cina. Sementara di Jakarta Selatan terletak di Cipulir, Pangadengan, Cilandak Timur, Pejaten Timur, Ulujami dan Petogogan.
 
"Untuk tahun 2020 ada kok anggarannya. Pengadaan DWS enam set, anggaran total Rp4,07 miliar," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M Ridwan.
 
Selain itu, kata Ridwan, ada lagi anggaran untuk pemeliharaan 15 set DWS yang sudah dimiliki Pemprov DKI.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif