Anggota terpilih DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Anggota terpilih DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

PSI Heran Anggaran Formula E Anies Telan Rp340 M

Nasional pemprov dki Formula E
Faisal Abdalla • 13 Agustus 2019 16:51
Jakarta: Anggota terpilih DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, mempertanyakan pembengkakan alokasi dana dalam anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD) untuk penyelenggaraan Formula E 2020. Pasalnya, program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu menelan dana Rp340 miliar.
 
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengetahui pembengkakan ini dari Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) DKI Jakarta. Dokumen itu biasanya dibuat sebelum penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2019.
 
"Salah satu anggaran KUPA-PPAS terbesar ada di peningkatan untuk Dinas Pariwisata, yaitu agenda event internasional di dalam negeri. Anggaran sebelumnya Rp3 miliar, peningkatannya mencapai Rp340 miliar untuk Formula E," kata Idris di DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Idris heran anggaran Formula E muncul dalam KUPA-PPAS. Dia mempertanyakan apakah alokasi dana untuk Formula E tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
 
Selain itu, dia menyoroti manfaat strategis dari Formula E. Anggaran sebesar itu, menurut Idris, lebih baik digunakan untuk kepentingan yang lebih mendesak.
 
"Angka Rp340 miliar ini kalau kita konversi untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) ada berapa orang? Kan kita bicara anggaran, berarti kita bicara distribusi dan alokasi. Ketika ada yang dilebihkan pasti ada yang dikurangi," ujar dia.
 
Selain anggaran untuk Formula E, Idris mengaku menemukan sekitar 90 kegiatan dalam APBD 2019 yang menelan dana hingga Rp1,4 triliun. Dia menilai seharusnya 90 kegiatan itu dicoret dalam APBD perubahan.
 
"APBD-P ini kan harusnya menjadi sarana evaluasi terhadap proses yang berjalan. Kalau misalnya target pendapatanya tak tercapai ya dikurangi atau kalau ada program-program yang kira-kira tak berjalan dimatikan lalu program-program yang penting, mendesak, strategis nasional ditambahkan, ditebalkan anggaranya," tutur Idris.
 
Baca: Anies Laporkan Formula E ke Presiden Jokowi
 
Kepastian Jakarta menggelar Formula E diumumkan Anies setelah menghadiri acara World Cities Summit di Medellin, Kolombia, Juli 2019. Formula E menjadi turnamen balapan terpopuler kedua setelah Formula 1. Namun, Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik dan diadakan di sirkuit jalan raya.
 
Skema lintasan yang disiapkan DKI meliputi pit stop di Monas, Jakarta Pusat, tepatnya di belakang Stasiun Gambir. Dari Monas, lintasan mengarah ke Jalan Ridwan Rais, Tugu Tani, lalu berputar untuk kembali ke Ridwan Rais. Rute berbelok kiri ke Merdeka Selatan dan berputar di Wisma Antara. Setelah itu, lintasan berlanjut ke depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
 
Di skema kedua,pit stop berada di silang Monas sisi selatan. Lintasan mengarah ke arah belakang Gambir menuju Ridwan Rais dan belok kanan ke Merdeka Selatan. Dari Merdeka Selatan dengan Ridwan Rais dari arah utara tidak ada jalur bukaan sehingga alternatif rutenya masuk ke silang Monas di Bundaran Air mancur dan silang Monas selatan.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif