Ilustrasi resepsi pernikahan selama pandemi covid-19/Medcom.id/Roni K.
Ilustrasi resepsi pernikahan selama pandemi covid-19/Medcom.id/Roni K.

22 Pengelola Gedung di DKI Ajukan Izin Resepsi, Baru 2 Lolos Peninjauan

Nasional Pernikahan Virus Korona pemprov dki
Cindy • 16 November 2020 15:10
Jakarta: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menerima pengajuan izin resepsi pernikahan dari 22 pengelola gedung. Baru dua hotel yang diizinkan menggelar resepsi di tengah pandemi virus korona (covid-19). Keduanya dinyatakan lolos tahap peninjauan.
 
"Itu Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton. Hari ini sudah disiapkan surat diputuskan Kepala Dinas Parekraf (Gumilar Ekalaya)," ucap Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Parekraf DKI Jakarta Bambang Ismadi saat dihubungi, Senin, 16 November 2020.
 
Bambang mengatakan kedua hotel itu diizinkan menggelar acara pernikahan setelah menerima surat keputusan (SK) dari Dinas Parekraf DKI. Menurut dia, proses perizinan memakan waktu cukup lama karena banyaknya gedung yang mengajukan permohonan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum lagi masing-masing Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) DKI punya kegiatan sendiri," kata Bambang.
 
Baca:Dinas Pariwisata DKI Kukuh Bolehkan Resepsi Pernikahan Meski Diprotes Satgas Covid-19
 
Dia menegaskan pengelola gedung acara pernikahan harus disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19. Misalnya, jumlah pengunjung dibatasi 25 persen dari kapasitas gedung, peserta dilarang berlalu-lalang, hingga penyajian makanan tak boleh prasmanan.
 
"Tamu makan di satu tempat, biar pelayannya yang mengantarkan. Ini untuk meminimalisasi penyebaran virus korona," ujar Bambang.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengizinkan resepsi pernikahan digelar di permukiman selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Namun, acara resepsi harus menaati protokol kesehatan pencegahan covid-19.
 
"Sejauh itu dilakukan protokol covid-19, itu dimungkinkan. Makanya kami minta sebelum diadakan (resepsi pernikahan) harus mengajukan proposal," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin, 9 November 2020.
 
Resepsi pernikahan di balai rakyat, kelurahan, maupun masjid juga diperbolehkan. Asalkan, pihak yang mengadakan acara mengajukan proposal.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif