Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Ingin Ikut Aksi Tolak UU Ciptaker, 18 Pelajar SMA Ditangkap

Nasional tenaga kerja Omnibus Law
Siti Yona Hukmana • 06 Oktober 2020 18:23
Jakarta: Sebanyak 18 orang ditangkap di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Mereka mengaku dari kelompok antikemapanan.
 
"Ya diamanin bukan ke Polda Metro. Masih di sini, ada diduga indikasi kelompok-kelompok antikemapanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Belasan orang itu masih berstatus pelajar sekolah menengah atas (SMA). Para pelajar itu diduga akan melalukan unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di depan Gedung Parlemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka mendapat info mau ada aksi di DPR, makanya mereka datang. Sekarang kita lagi amankan, kita ambil keterangannya. Nanti kalau memang selesai ya dipulangkan," kata Yusri.
 
Baca: Apa yang Diributkan Buruh? Cek 7 Hal yang Ditolak dalam UU Cipta Kerja
 
Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat Telegram Rahasia (TR) terkait larangan demontrasi di tengah pandemi virus korona (covid-19). Surat yang terbit pada 2 Oktober 2020 itu bernomor STR/645/X/PAM.3.2./2020 dan ditandatangani Asops Irjen Imam Sugianto.
 
Pelarangan unjuk rasa dilakukan untuk mencegah penularan covid-19. Surat telegram itu dikeluarkan Kapolri menyikapi rencana aksi mogok kerja sejumlah elemen buruh yang menolak pengesahan Omnibus Law pada Selasa, 6 hingga Kamis, 8 Oktober 2020.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif