Masjid Itiqlal. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Masjid Itiqlal. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

41 Tahun Patriotisme Masjid Istiqlal

Nasional infrastruktur masjid
Arga sumantri • 22 Februari 2019 13:21
Jakarta: Masjid Istiqlal, Jakarta, genap berusia 41 tahun, hari ini. Masjid terbesar di Asia Tenggara itu pun terus menjadi kebanggaan Indonesia.
 
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Masjid Istiqlal sengaja di bangun Presiden pertama Soekarno di atas Taman Wilhelmina. Kata istiqlal yang berarti merdeka pun diambil menjadi nama masjid sebagai simbol patriotisme atas kemenangan mengusir penjajah dan kolonialisme.
 
"Posisinya yang berdampingan dengan Gereja Katedral adalah lambang dari toleransi," kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasto bercerita masjid itu dicanangkan pada 1964 dan pembangunannya rampung 22 Februari 1978. Arsitektur masjid terbesar ketiga di dunia itu adalah Frederich Silaban, anak seorang pendeta.
 
Saat mendesain Masjid Istiqlal, Silaban banyak berdialog dengan Bung Karno dan para ulama. Lewat hasil karyanya, Silaban dinilai mampu menjabarkan seluruh pemikiran dan harapan ulama yang menginginkan hadirnya masjid terbesar sebagai bentuk membumikan Pancasila.
 
Dahulu, kata Hasto, Soekarno banyak mendapat kritik karena pembangunan Masjid Istiqlal. Kritik juga mengalir deras terkait pembangunan stadion olahraga Gelora Bung Karno (GBK), Monumen Nasional (Monas), dan jalan-jalan protokol seperti Sudirman, Thamrin, hingga Semanggi.
 
"Namun sekarang diakui bahwa apa yang dibangun Bung Karno tersebut visioner dan kini menjadi kebanggaan Indonesia," ujar dia.
 
Baca: Masjid Tak Boleh Jadi Tempat Kampanye
 
Hasto menganggap apa yang dialami Bung Karno dulu sama dengan yang dirasakan Presiden Joko Wiodo. Sejumlah program infrastruktur yang dilakukan pemerintah banyak mendapat kritik dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, rivalnya di Pilpres 2019.
 
Bagi Hasto, kritikan oposan soal infrastruktur identik dengan kritik kepada Bung Karno kala itu. "Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa dalam hal visi, Pak Jokowi-Kiai Haji Maruf Amin jauh lebih visioner dibandingkan Pak Prabowo-Sandi," ungkap dia.
 
Sementara itu, Hasto menegaskan Indonesia bangga memiliki Masjid Istiqlal. "Kita gelorakan kehidupan beragama yang mencerahkan, penuh akhlak mulia dan berkehidupan yang aman, damai dan rukun," jelas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif