Ilustrasi ganjil genap. MI/Ramdani
Ilustrasi ganjil genap. MI/Ramdani

Ganjil Genap Harus Diiringi Perubahan Layanan Angkutan Umum

Nasional Virus Korona sistem ganjil genap PSBB
Putri Anisa Yuliani • 01 Agustus 2020 22:05
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta bakal kembali menerapkan ganjil genap pada kendaraan pekan depan. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyebut penerapan ganjil genap mesti diiringi dengan perubahan layanan angkutan umum.
 
Langkah pertama dengan memetakan pengendara angkutan pribadi dan penumpang angkutan umum.
 
"Pemetaan ini akan membantu Pemda DKI melihat penyediaan angkutan jenis apa yang harus diperbanyak untuk mendukung orang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum," ujar Djoko kepada Media Indonesia, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djoko menuturkan ada tiga golongan pengguna angkutan umum dilihat dari nilai upah atau pendapatan. Pertama, golongan pendapatan pas atau di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Golongan ini akan memilih kereta rel listrik (KRL).
 
Kedua, golongan dengan pendapatan di atas UMR yakni Rp5 juta sampai Rp 10 juta. Golongan ini masih ada yang mengandalkan transportasi umum dengan dikombinasi kendaraan pribadi atau angkutan daring.
 
Ketiga, golongan dengan pendapatan lebih dari Rp10 juta. Golongan ini biasanya akan memilih menggunakan kendaraan pribadi roda empat.
 
"Nah, untuk yang roda empat ini bisa diberikan bus-bus eksklusif yang tidak bersubsidi tapi pelayanannya menjangkau sampai ke permukiman seperti kawasan klaster," ujar dia.
 
Dia menuturkan bus-bus itu bisa dilengkapi dengan bike rack. Ini agar pengguna bisa kembali melanjutkan perjalanan dengan sepeda.
 
"First and last mile-nya tetap ada yakni sepeda," jelas Djoko.
 
Ia meyakini akan ada perpindahan dari pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum bila dijalankan dengan perhitungan matang. Ini juga bisa mengurangi kemacetan dan memperbaiki kualitas udara.
 
"Karena memang kan udara Jakarta berangsur kembali dipenuhi polutan. Selain itu, kondisi ini juga bisa mengurangi angka kecelakaan. Karena kita tahu bahwa angka kecelakaan menurun selama masa PSBB pratransisi," tutur dia.
 

(REN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif