Ilustrasi. (Foto: MI/Susanto)
Ilustrasi. (Foto: MI/Susanto)

Musim Hujan Diprediksi Berakhir April

Nasional banjir jakarta cuaca jakarta
Cindy • 09 April 2019 12:35
Jakarta: Persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi Pemprov DKI Jakarta. Beberapa kawasan rawan banjir sempat tergenang akibat tingginya curah hujan pada Maret dan April 2019.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas tinggi di Jakarta lantaran tengah dalam fase peralihan musim.
 
"Periode awal April, kondisinya masih dominan musim hujan. (Karena) baru mengalami perubahan karakter atau periode peralihan musim," kata Kepala sub Bidang Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra kepada Medcom.id, Selasa, 9 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agie mengatakan pada fase peralihan musim, daerah yang rentan mengalami genangan perlu mendapatkan perhatian lebih. Karakteristik peralihan musim dapat diidentifikasi melalui kondisi hujan yang lebih sering terjadi di sore hari disertai petir dan kilat.
 
Ia menambahkan menjelang akhir April, intensitas hujan akan berkurang sementara di bulan berikutnya sudah memasuki musim kemarau.
 
"Di Jawa bagian tengah hingga Timur akan mulai kering. Dan Mei seterusnya menunjukkan pola kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia," ungkapnya.
 
Baca juga:Kiat Anies Tangkal Banjir di Ibu Kota
 
Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah mengatakan pihaknya turut mengantisipasi banjir di Jakarta melalui normalisasi sungai serta pembuatan tanggul sementara. Hal itu menurutnya cukup mampu mengatasi banjir.
 
"Biasanya tahapannya seperti itu (normalisasi). Kita ada tim satgas banjir dan ada mobilisasi tim serta alat pompa. Daerah mana yang bisa ditanggul sementara, akan kita tanggul," ucapnya.
 
Menurutnya permasalahan banjir di Jakarta adalah karena sulitnya pembebasan lahan di sekitar bantaran sungai. Permukiman padat, kata Bambang, membuat aliran sungai menyempit dan kapasitas daya tampung sungai berkurang.
 
"Kita kan sudah melakukan normalisasi. Tapi masalahnya karena masyarakat di bantaran sungai susah untuk dibebaskan. Pembebasan lahan itu ada di pihak Pemprov DKI, Dinas Sumber Daya Air (SDA)," tutur Bambang.
 
Baca juga:Pemprov DKI Berencana Bangun Sodetan di Jatipadang
 
Sementara itu, Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faisal mengatakan pihaknya bakal melakukan naturalisasi sungai dengan menahan air sebanyak-banyaknya. Sehingga air yang mengalir di sungai sesuai dengan kapasitas tampungnya.
 
"Jadi kalau kapasitasnya segini, upaya air yang masuk sesuai dengan kapasitasnya. Dengan cara ditahan air hujannya ini," terang Yusmada.
 
Naturalisasi sungai bakal dilakukan di Ciliwung, Cipinang, Melayu, Pesanggrahan dan Kali Sunter. Sayangnya, permasalahan yang masih dihadapi pihaknya terkait pembebasan lahan di sekitar bantaran sungai.
 
"Komitmen (Pemprov DKI) tetap ada, Pembebasan lahan itu enggak semudah membalikkan tangan," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif