Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

DPRD DKI Dorong Anies Rebut Pengelolaan Air

Nasional pemprov dki
Nur Azizah • 12 Februari 2019 07:30
Jakarta: Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengambil alih pengelolaan air dari tangan swasta. Namun, dia meminta Anies untuk mengambil alih secara keseluruhan, tidak setengah-setengah.
 
"Ya bagus kalau mau diambil. Saya kan juga sudah bilang, akuisisi Palyja dan Aetra pakai dana dari Jakpro. Dulu kan sudah ada Rp650 miliar buat akuisisi," kata Prasetio di Balai Kota Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.
 
Dalam perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI, PT Palyja, dan Aetra disebutkan apabila Pemprov DKI ingin mengambil alih, maka harus membayar penalti triliunan rupiah. Namun, Prasetio meminta Anies tidak mengkhawatirkan hal itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau pun penalti ya sudah enggak apa-apa kita bayar. Enggak usah takut banget. Toh dari pada uang kita SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran)," ujar dia.
 
Politikus PDI Perjuangan ini menyampaikan, pihaknya sudah mendorong Pemprov DKI mengambil alih pengelolaan air sejak tahun 2013. Saat itu, dana yang dikucurkan sekitar Rp650 untuk membeli salah satu perusahaan pengelola air minum.
 
Ketika itu, PT Jakpro ditugaskan mengakuisisi saham Palyja. Namun pembelian tersebut tidak bisa dieksekusi karena keluar putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan Pemprov DKI menghentikan swastanisasi air minum.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan akan menghentikan swastanisasi pengelolaan air Jakarta. Biaya pengambilalihan dianggarkan di APBD Perubahan 2019, atau APBD 2020.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi