Ilustrasi. Medcom.id/Citra Larasati
Ilustrasi. Medcom.id/Citra Larasati

Pemprov DKI Diminta Tak Buru-buru Buka Sekolah

Nasional dki jakarta Virus Korona virus corona
Sri Yanti Nainggolan • 28 Mei 2020 09:52
Jakarta: Wakil Ketua DRPD DKI, M Taufik, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak buru-buru membuka kembali sekolah di Ibu Kota. Wacana ini harus dipikirkan matang-matang.
 
Jangan sampai pembukaan kembali fasilitas pendidikan memperparah pandemi korona (covid-19) di Jakarta. "Kalau sekolah memang harus lebih hati-hati. Pertama, protokol kesehatan tetap harus dijalankan," tegas Taufik saat dihubungi, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Menurut dia, penerapan protokol kesehatan pada anak-anak lebih sulit. Sebab mereka bisa saja lalai tak memakai masker atau menjaga jarak dengan teman-teman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak sekolah diminta lebih memperhatikan kondisi, terutama tingkat penyebaran di sekolah. Dinas Pendidikan DKI juga perlu mengkaji dampak korona pada anak-anak.
 
"Anak kecil kalau kena, menurut saya lebih sulit untuk mengobatinya. Dia kan belum bisa merasakan gejalanya," papar Taufik.
 
Baca:Pemerintah Diminta Menimbang Matang Wacana Pembukaan Sekolah
 
Politikus Gerindra itu tak anti dengan opsi pembukaan kembali sekolah di Jakarta. Namun, langkah tersebut harus terukur.
 
Taufik mengusulkan pembukaan sekolah diprioritaskan di wilayah dengan tingkat penyebaran rendah. Masuk bergantian juga bisa menjadi alternatif.
 
"Ya, misalnya kelas yang tadinya 25 jadi 10 anak," kata Taufik.
 
Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyiapkan sejumlah skenario terkait wacana pembukaan sekolah. Rencananya, sekolah di Jakarta kembali dibuka pada Juli 2020.
 
"Hari pertama sekolah dengan mempertimbangkan kebijakan baik dari pusat maupun daerah yang kami siapkan di tanggal 13 Juli 2020," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Ada tiga skema. Pertama, sebagian sekolah dibuka dan seluruh siswanya bisa mengikuti kegiatan kelas tatap muka. Kedua, sebagian sekolah dibuka dan sebagian siswa bisa belajar di sekolah.
 
"Ketiga, di semua sekolah, sebagian siswa belajar di rumah. Dengan kami memberikan beberapa hal pengamatan dan kesiapan," kata Nahdiana.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif