Penanganan Masalah di Jakarta Memburuk
Aplikasi Qlue.
Jakarta: Penanganan masalah di permukiman Ibu Kota tidak seperti dulu. Jika dulu selesai dalam hitungan jam, kini setiap laporan masalah yang masuk baru selesai setelah berhari-hari.
 
Hal itu terlihat dari jumlah aduan masyarakat yang masuk di aplikasi Qlue dan lamanya waktu penyelesaian.
 
Berdasarkan data dari Jakarta Smart City,  jumlah aduan masyarakat di aplikasi Qlue pada November 2016 mencapai 36.058 aduan.
 
Aduan tersebut dapat ditangani hanya dengan rata-rata waktu delapan jam. Di bulan berikutnya, jumlah laporan mulai mengalami penurunan menjadi 28.901 aduan dengan rata-rata waktu penyelesaian 9 jam.
 
Pada November 2017, jumlah aduan terpangkas lebih dari 60 persen, yakni hanya 12.405 laporan yang masuk.
 
"Pada Desember 2017 ada 10.759 laporan," kata Kepala Divisi Monitoring Smart City Sang Jatanika saat dihubungi, Kamis, 15 Februari 2018.
 
Penurunan jumlah laporan ini memengaruhi lamanya penanganan masalah. Dari yang semula hanya delapan jam, kini menjadi 72 jam atau 6 hari.

Baca: Laporan Melalui Qlue Terus Menurun
 
Di masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno, angka laporan semakin melorot. Dalam kurun waktu 29 Januari hingga 4 Februari 2018, jumlah laporan hanya 2.547 aduan.
 
Artinya, dalam sehari jumlah laporan yang masuk sekitar 450 aduan. Berdasarkan data dari Qlue, hanya 46 persen laporan yang dapat ditindaklanjuti. Selebihnya, masih menunggu proses.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui penggunaan aplikasi Qlue oleh warga menurun. Ia mengajak masyarakat kembali aktif melapor.
 
“Jujur saja, karena ini gubernur dan wakil gubenur 'zaman now', agak turun laporan melalui Qlue, itu harus diakui,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Februari 2018.
 
Politikus Gerindra itu mengaku kerap memantau kondisi terkini Jakarta melalui Qlue. Karena itu, ia menyayangkan angka laporan di Qlue menurun.
 
“Qlue, saya punya yang terbaru. Jadi kita pakai dan ini adalah salah satu aplikasi yang saya pakai dan saya pantau. Jadi tuh ada gambaranya saya selalu pantau,” beber Sandi.
 
Dia berharap masyarakat kembali memberikan laporan terkait permasalahan di Jakarta, baik melalui Qlue, email, maupun sarana media sosial lainnya.





(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360