PAL Jaya Tegaskan Pengolahan Limbah Tinja bukan untuk Air Minum

Siti Yona Hukmana 28 Mei 2018 12:22 WIB
air bersih
PAL Jaya Tegaskan Pengolahan Limbah Tinja bukan untuk Air Minum
Direktur Perusahaan Daerah (PD) PAL Jaya Subekti - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Direktur Perusahaan Daerah (PD) PAL Jaya Subekti menegaskan pengolahan limbah lumpur tinja bukan untuk air minum. Hal ini menyusul pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menyebut air limbah tinja layak minum. 

"Pengolahan limbah tinja ini tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas hasil olahan limbah. Jadi tidak diperuntukkan air minum," kata Subekti di kantornya Jalan Sultan Agung, Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan, Senin, 28 Mei 2018.

Dia menjelaskan PD PAL Jaya menggunakan sistem pengolahan air limbah (PAL) Andrich Tech. Sistem ini mampu mengolah limbah lumpur tinja sampai ke baku mutu yang dipersyaratkan di lingkungan. 


"Jadi PD PAL Jaya tidak punya intensi untuk sampai ke air minum dan sebagainya. Kami hanya ingin memperbaiki kualitas hasil pengolahan dan untuk efisiensi biaya pengolahan," tegas Subekti.

Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menyebutkan air limbah tinja yang siap olah layak dijadikan air minum. Hal ini memicu kontroversi di masyarakat. 

(Baca juga: Olah Air Limbah, Pemprov DKI Siapkan Rp 40 Triliun)

"Air tinja yang diolah PD PAL Jaya bisa dilakukan suatu proses yang biasanya memakan waktu tujuh hari dan menjadi air buangan. Dalam waktu setengah jam bisa menjadi air yang bisa diutilitas, malah sebetulnya layak minum," ujar Sandi di akun media sosial Instagram-nya saat peluncuran instalasi PAL Andrich Tech System di Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Duri Kosambi, Rabu, 23 Mei 2018. 

Terlepas dari itu, Subekti mengatakan Andrich Tech System telah digunakan oleh beberapa industri seperti Chevron, Tarumatex, dan Garuda Food. Menurut dia, penanganan limbah dan kinerja Andrich Tech System cukup baik.

"Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ini mampu mengolah air limbah hingga memenuhi baku mutu, bahkan kualitas air hasil olahan dapat dimanfaatkan sebagai air siram taman, flushing toilet atau keperluan lainnya," ungkap Subekti. 

Selain itu, Subekti menyebut, pengolahan limbah tinja oleh PAL Andrich Tech ini dapat dilakukan 50 hingga 80 meter kubik per hari. Ia meyakini tekonologi ini bisa menggantikan peran IPLT Duri Kosambi dalam mengolah air limbah lumpur tinja. 

"Dari 50 hingga 80 meter kubik itu, hanya 60 meter kubik yang menghasilkan air bersih selebihnya menghasilkan padatan," tutur Subekti.

(Baca juga: Jakarta Dapat Tambahan Air 4.000 Liter/Detik dari Jatiluhur





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id