(Ilustrasi). Gedung DPRD DKI Jakarta. MI/Panca Syurkani
(Ilustrasi). Gedung DPRD DKI Jakarta. MI/Panca Syurkani

PSI Diminta Teliti Sebelum Berkomentar

Nasional dprd dki jakarta kisruh apbd dki dprd dki
Sri Yanti Nainggolan • 05 Desember 2020 05:13
Jakarta: Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) teliti sebelum berkomentar. Hal ini dilontarkan Ida merespons protes PSI pada kenaikan pendapatan DPRD DKI dalam APBD 2021.
 
"Jadi sesuatu hal dibaca dulu, dicermati dulu. Jangan maen berkomentar saja, malu kalo ngomong salah," kata Ida saat dihubungi, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Ia menjelaskan kenaikan anggaran untuk dewan bukan untuk gaji dewan. Pagu untuk dewan dalam APBD DKI 2021 naik karena kegiatan untuk masyarakat yang diperbanyak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita disuruh turun ke masyarakat, disuruh dengarkan aspirasi mereka," kata Ketua Komisi D DPRD DKI tersebut.
 
Baca: Alasan Anggaran RKT DPRD DKI Naik
 
Ida berharap PSI tak berupaya menaikkan popularitas dengan cara 'main hantam', tapi tak memperhatikan dokumen sehingga salah bicara.
 
Anggaran Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI 2021 naik karena ada berbagai kegiatan baru yang akan dilakukan legislator. "Seperti sosialisasi kebangsaan dan sosialisasi lain yang diperbanyak," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem di DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh saat dihubungi, Kamis, 3 Desember 2020.
 
Dia membeberkan kegiatan sosialisasi itu membutuhkan anggaran yang tak sedikit. Misalnya, sosialisasi rancangan peraturan daerah yang dilaksanakan sebulan sekali membutuhkan anggaran Rp40 juta, dan sosialisasi kebangsaan yang dilakukan dua kali sebulan membutuhkan dana Rp80 juta per bulan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif