Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara. Medcom.id/Christian
Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara. Medcom.id/Christian

Kerumunan Acara Rizieq, Anies Copot Wali Kota Jakarta Pusat

Nasional dki jakarta Virus Korona pemprov dki fpi Rizieq Shihab Muhammad Rizieq Shihab
Putri Anisa Yuliani • 28 November 2020 13:58
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membebastugaskan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara. Keputusan ini tertuang dalam Surat Nomor 855/-082.74.
 
"Sehubungan dengan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dibebaskan sementara dari tugas dan jabatannya, maka dengan ini memerintahkan Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi untuk menjadi Plh Wali Kota Jakarta Pusat," dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 28 November 2020.
 
Irwandi terhitung menjabat Plh Wali Kota Jakarta Pusat pada 25 November 2020 sampai pejabat definitif kembali dapat melaksanakan tugas. Irwandi tidak memiliki kewenangan mengambil atau menetapkan keputusan dan atau yang bersifat strategis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Antara lain penetapan perubahan rencana strategis, rencana kerja pemerintah, dan perubahan status hukum kepegawaian seperti pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai," ujar bunyi surat tersebut.
 
(Baca: 1.000 Rapid Test Antigen Disiapkan untuk Warga Pertamburan)
 
Surat ditandatangani Penjabat Sekretaris DKI Jakarta Sri Haryati pada Rabu, 25 November 2020. Pencopota Bayu disinyalir imbas dari kerumunan massa yang ditimbulkan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pada 14 November lalu.
 
Bayu sudah mengirimkan surat peringatan pada 13 November 2020 agar Rizieq Shihab mengurungkan niat menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, peringatan itu tak didengar.
 
Acara tetap dilaksanakan dan dihadiri ribuan orang yang mengabaikan protokol kesehatan. Sejumlah pejabat di tubuh Polda Metro Jaya lebih dahulu dicopot imbas kerumunan itu.
 
Kapolri Jenderal Idham Aziz mencopot Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Heru Novianto. Keduanya dinilai gagal mencegah terjadinya kerumunan yang ditimbulkan Rizieq Shihab.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif