Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Gusti Ayu Surtiari. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Gusti Ayu Surtiari. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

LIPI: Masyarakat Masih Belum Paham Bahaya Banjir

Nasional bencana banjir
Kautsar Widya Prabowo • 08 Januari 2020 06:03
Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan banyak masyarakat yang hingga saat ini belum memahami bahaya banjir. Bahkan, sebagian besar masyarakat justru menyepelekan banjir.
 
Bila tak diedukasi, LIPI khawatir program-program pemerintah terkait upaya meminimalisasi banjir menjadi sia-sia. Program relokasi dengan memindahkan pemukiman bantaran sungai ke lokasi yang lebih layak salah satunya.
 
"Bukan cuma respons. Kalau banjir ya nanti ke selter, ya sudah kita ke lokasi pengungsian, lalu bersihin, gotong royong," kata Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Gusti Ayu Surtiari di Gedung LIPI, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ayu meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menyamakan presepsi dengan masyarakat akan bahaya banjir. Kedua belah pihak harus bersama-sama mengantisipasi bencana tersebut.
 
"Kalau memang bahaya banjir itu bahaya, ya sampaikan memang bahaya. Sampaikan bahwa itu bahaya risiko, bukan kejadian rutin yang biasa saja," tuturnya.
 
Menurutnya, pemerintah secara masif dan jelas harus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk merubah presepsinya. Program-program yang disosialisasikan masyarakat juga harus bersifat jangka panjang.
 
"Jadi konsep adaptasi itu harus dipahami oleh siapapun policy maker, itu yang disesuaikan dengan visi misi mereka masing-masing," pungkasnya.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif