Proyek <i>Velodrome</i> 86,9 Persen
Wapres Jusuf Kalla mengunjungi velodrome Asian Games. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.
Jakarta: Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi menyebut pembangunan kontruksi velodrome telah mencapai 86,9 persen di akhir Maret 2018. Dia optimistis salah satu proyek Asian Games 2018 itu rampung pada Juni 2018. 

Satya mengatakan, velodrome dibuat multifungsi dengan beberapa venue olahraga lain. Velodrome didesain tidak hanya digunakan untuk menggelar pertandingan balap sepeda saja, tetapi juga dirancang khusus sebagai arena futsal hingga bulu tangkis pada bagian tengah perlintasan sepeda. 

“Kota Jakarta sebentar lagi akan memiliki velodrome berstandar internasional dan termegah di ASEAN. Velodrome ini merupakan kebanggaan kita bersama," kata Satya di Jakarta Timur, Jumat, 23 April 2018.


Menurut dia, kendati didesain dengan standar internasional, proyek ini tetap menonjolkan filosofi budaya asli Indonesia berupa ukiran Betawi di fasad terakotanya. Keistimewaan lainnya dari velodrome ini adalah bagian atapnya.

Baca: Wapres Tinjau Venue Asian Games 2018

Atap tersebut dibuat megah dengan menggunakan selaput serta menggunakan kayu yang diimpor langsung dari daratan Eropa untuk perlintasan balap sepeda. Perlintasan itu memiliki lingkar panjang sekitar 250 meter dan lebar 7 meter.

"Velodrome memiliki kapasitas daya tampung 3.000 tempat duduk serta memiliki sertifikat standar dari Federasi Balap Sepeda Dunia, Union Cycliste Internationale (UCI)," ungkap Satya. 

Pagi tadi, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno meninjau langsung proses pengerjaan proyek Velodrome. Kalla tiba lebih dulu sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan Sandi datang 15 menit kemudian.

Keduanya sempat berkeliling sekitar venue. Tak lama berselang, Kalla maupun Sandi langsung menuju venue layar dan ski air di Ancol, Jakarta Utara.





(OGI)