Kerumunan di Restoran Holywings Kemang pada Minggu dini hari, 5 September 2021/Medcom.id/tangkapan layar Aria Triyudha.
Kerumunan di Restoran Holywings Kemang pada Minggu dini hari, 5 September 2021/Medcom.id/tangkapan layar Aria Triyudha.

Wagub DKI Harap Kasus Holywings Kemang Tak Terulang

Nasional DKI Jakarta Virus Korona covid-19 PSBB pandemi covid-19 PPKM Darurat
Theofilus Ifan Sucipto • 18 September 2021 01:00
Jakarta: Kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di Holywings Kemang, Jakarta Selatan, diharapkan tidak terulang. Masyarakat harus terus disiplin prokes supaya kasus covid-19 di Ibu Kota tidak melonjak.
 
“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi semua supaya hati-hati, jangan menganggap enteng, jangan lalai,” tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 17 September 2021.
 
Ariza menghormati proses hukum yang berlaku terhadap Manajer Holywings Kemang, Jakarta Selatan, JAS. Dia menyebut pelanggar prokes harus diberi sanksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sanksi tersebut mulai dari sanksi administrasi, kerja sosial, penutupan sementara, pencabutan izin, hingga pidana. Ariza menyerahkan proses hukum Holywings Kemang kepada kepolisian.
 
“Kita punya hukum yang harus kita tegakkan, kita hormati bersama. Mari patuh dan taat pada hukum yang berlaku,” ujar politikus Partai Gerindra itu.
 
Holywings Kemang melanggar jam operasional di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 DKI Jakarta. Kafe hanya boleh buka hingga pukul 21.00 WIB. Sementara JAS masih membuka kafe hingga pukul 00.00 WIB.
 
Baca: Manajer Outlet Holywings Kemang Tidak Ditahan
 
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menetapkan JAS sebagai tersangka pelanggaran PPKM Level 3. Dia segera diperiksa.
 
"Rencananya dipanggil atau dimintai keterangan pada Rabu besok (22 September 2021)," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 17 September 2021.
 
Tubagus mengaku telah mengirimkan surat panggilan pemeriksaan kepada JAS. Dia berharap JAS memenuhi panggilan tersebut. 
 
JAS dijerat Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP dan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1884 tentang Wabah Penyakit Menular. Pelaku terancam satu tahun penjara.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif