Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana (tengah) menyanggah bengkaknya anggaran penyelenggaraan Formula E. Foto: Antara/M Agung Rajasa.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana (tengah) menyanggah bengkaknya anggaran penyelenggaraan Formula E. Foto: Antara/M Agung Rajasa.

DPRD DKI: PSI Tak Tahu soal Anggaran Formula E

Nasional pemprov dki Formula E
Nur Azizah • 14 Agustus 2019 07:04
Jakarta: DPRD DKI Jakarta tak peduli terhadap kritik yang disampaikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai baru itu heran bengkaknya anggaran penyelenggaraan Formula E yang dialokasikan sebanyak Rp340 miliar.
 
Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana besar kecilnya anggaran relatif. Sembari menepis kritik, Triwisaksanajustru menyebut partai besutan Grace Natalie itu tak paham soal alokasi dana penyelenggaraanFormula E.
 
"Saya kira PSI enggak tahu soal balap formula," ketus Triwisaksana di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan, anggaran sebesar Rp340 miliar bakal digunakan untuk commitment fee yang dibayarkan ke organisasi Formula E lantaran Jakarta terpilih menjadi tuan rumah.
 
"Ini ada commitment fee, dalam poundsterling di bebankan kepada DKI," ujar dia.
 
Triwicaksana tak khawatir dengan anggapan miring berbagai pihak. Sebab, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga Presiden mendukungnya.
 
"Sudah dilaporkan ke Presiden dan Kemendagri, dan mereka mendorong," ucap dia.
 
Baca juga: PSI Heran Anggaran Formula E Anies Telan Rp340 M
 
Sebelumnya, anggota terpilih DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad mempertanyakan pembengkakan alokasi dana dalam anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD) untuk penyelenggaraan Formula E 2020. Pasalnya, program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu menelan dana Rp340 miliar.
 
Politikus PSI mengetahui pembengkakan ini dari Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) DKI Jakarta. Dokumen itu biasanya dibuat sebelum penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2019.
 
"Salah satu anggaran KUPA-PPAS terbesar ada di peningkatan untuk Dinas Pariwisata, yaitu agenda event internasional di dalam negeri. Anggaran sebelumnya Rp3 miliar, peningkatannya mencapai Rp340 miliar untuk Formula E," kata Idris di DPP PSI.
 
Idris heran anggaran Formula E muncul dalam KUPA-PPAS. Dia mempertanyakan apakah alokasi dana untuk Formula E tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
 
Selain itu, dia menyoroti manfaat strategis dari Formula E. Anggaran sebesar itu, menurut Idris, lebih baik digunakan untuk kepentingan yang lebih mendesak.
 
"Angka Rp340 miliar ini kalau kita konversi untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) ada berapa orang? Kan kita bicara anggaran, berarti kita bicara distribusi dan alokasi. Ketika ada yang dilebihkan pasti ada yang dikurangi," ujar dia.
 
Selain anggaran untuk Formula E, Idris mengaku menemukan sekitar 90 kegiatan dalam APBD 2019 yang menelan dana hingga Rp1,4 triliun. Dia menilai seharusnya 90 kegiatan itu dicoret dalam APBD perubahan.
 
"APBD-P ini kan harusnya menjadi sarana evaluasi terhadap proses yang berjalan. Kalau misalnya target pendapatanya tak tercapai ya dikurangi atau kalau ada program-program yang kira-kira tak berjalan dimatikan lalu program-program yang penting, mendesak, strategis nasional ditambahkan, ditebalkan anggaranya," tutur Idris.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif