Sejumlah mobil terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Sejumlah mobil terendam banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Pengadaan “Toa” Untuk Siaga Banjir DKI Mirip Perang Dunia II

Nasional banjir jakarta cuaca ekstrem Jakarta Banjir
Selamat Saragih • 16 Januari 2020 15:46
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov)DKI Jakarta dinilai mengalami kemundurandalam sistem peringatan bencana dini. Sebab, penggunaan pengeras suaraalatDisaster Warning System(DWS) pernah digunakan saatpada era Perang Dunia II.
 
Anggota DPRD DKIFraksi Partai Solidaritas Indonesia (F-PSI) William Aditya Sarana mengatakan DKI Jakarta seharusnya memiliki sistem peringatan yang lebih modern.
 
William menyebut Jakarta pernah memiliki sistem peringatan yang modern, seperti aplikasi Pantau Banjir, di dalamnya terdapat fitur Siaga Banjir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fitur itu memberikan notifikasi ketika pintu air sudah dalam kondisi berbahaya serta berpotensi mengakibatkan banjir pada suatu wilayah," kata William, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Sayangnya, kata dia, fitur ‘Siaga Banjir’ tidak ada lagi pada versi terbaru. Pada versi terbaru, pengguna hanya bisa melihat ketinggian air di tiap RW, kondisi pintu air, dan kondisi pompa air.
 
William menyarankan Pemprov DKI Jakarta kembali mengembangkan dan memanfaatkan fitur ‘Siaga Banjir’ sebagai sistem peringatan dini.
 
"Hampir semua warga Jakarta sudah memiliki telepon seluler dan kebanyakan di antaranya adalah smartphone. Aplikasi berbasis internet gawai seharusnya lebih efektif dan lebih murah ketimbang memasang pengeras suara yang hanya dapat menjangkau radius 500 meter di sekitarnya," kritik William.
 
Catatan Media Indonesia, Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam set alat yang digunakan untuk sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) bencana pada tahun 2020. Alat yang digunakan bernama alat disaster warning system (DWS).
 
"Untuk tahun 2020 ada kok anggarannya. Pengadaan DWS enam set, anggaran total Rp4,07 miliar," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M Ridwan.
 
Selain itu, kata Ridwan, ada lagi anggaran untuk pemeliharaan 15 set DWS yang sudah dimiliki Pemprov DKI.
 

(MBM)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif