Anies: Mengomunikasikan Hal Prioritas di Jakarta tak Mudah
Warga berjalan di samping pohon hias di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (29/5). Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta: Mengomunikasikan masalah-masalah prioritas dan penting bagi DKI Jakarta tidaklah mudah. Karena prioritas bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum tentu penting bagi media dan netizen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, membicarakan soal kemiskinan yang masih tinggi di Jakarta, kurang menarik. Netizen justru lebih tertarik mengulas hal-hal yang bersifat ornamen, seperti pohon plastik.

Sepanjang pekan lalu media sosial ramai membicarakan pohon-pohon plastik yang ditanam di trotoar Jalan MH Thamrin. Setelah viral, media massa kemudian beramai-ramai memberitakan dan mengulik apa yang terjadi di balik hal itu.


"Karena yang prioritas belum tentu clickable," tandas Anies saat berbuka bersama dengan pimpinan media di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018. Acara ini dihadiri puluhan pimpinan media di ibu kota. Wakil Gubernur Sandiaga Uno datang di penghujung acara.

Namun demikian, kata Anies, Pemprov DKI dan jajarannya tidak cemas. Pemprov juga tidak berencana membuat langkah tertentu agar tidak di-bully netizen dan kemudian baru menjelaskan duduk persoalannya.

Baca: Pohon Imitasi Dipasang Setiap Lebaran

Anies dan jajarannya juga tak khawatir akan sibuk menjelaskan duduk masalah hal-hal remeh temeh yang diributkan netizen. Sebab, kata dia, dari sisi anggaran tidak ada yang salah.

"Riuh rendahnya (netizen ramai di media sosial yang kemudian diramaikan media massa) itu buih. Tapi arus utamanya adalah transparansi anggaran," jelas Anies.

Ia bersyukur netizen dan media meramaikan berbagai hal yang dilakukan Pemprov DKI. Itu berarti semakin banyak pihak yang memelototi anggaran. "(Media) Berpihak itu boleh, yang penting obyektif dalam memberitakan," kata Anies.





(UWA)