Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Diperpanjang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Medcom.id/Nur Azizah
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta memperpanjang tenggat waktu penghapusan denda keterlambatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemutihan PKB yang berakhir 18 Agustus diubah menjadi 31 Agustus 2018.
 
Kebijakan ini juga berlaku untuk pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor-Bea Balik Nama (PKB-BBN). Kebijakan ini diterapkan dalam rangka HUT ke-491 DKI Jakarta.
 
"Ini juga dalam rangka peringatan hari kemerdekaan RI. Tenggat waktunya jadi lebih lama, 68 hari," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 28 Juni 2018.
 
Selain pajak PKB dan PKB-BBN, Pemprov juga menghapus denda untuk keterlambatan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Anies berharap, dengan kebijakan ini, masyarakat menjadi patuh membayar pajak.
 
"Jadi warga DKI bisa memanfaatkan program ini untuk menunaikan kewajibannya," ujarnya.

Baca: DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan

Pembayaran pajak kendaraan bisa dilakukan melalui kantor Samsat, gerai Samsat, hingga mobil Samsat keliling. Masyarakat yang menunggak bisa membayarkan pajak terutang tanpa harus membayar denda.
 
Pada 2017, pemutihan denda keterlambatan pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu upaya Pemprov DKI untuk mencapai target pajak di akhir tahun anggaran. Di akhir tahun, Pemprov berhasil mengumpulkan pajak kendaraan bermotor sebanyak Rp8 triliun.
 
Jumlah tersebut baik dari Rp7,7 triliun. Sementara itu, peningkatan juga terjadi pada pajak bea balik nama kendaraan. Dari target Rp5 triliun bisa terealisasi menjadi Rp5,03 triliun.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id