Ilustrasi Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah
Ilustrasi Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah

Polusi di Jakarta Turun Drastis Efek Physical Distancing

Nasional Virus Korona polusi udara
Fachri Audhia Hafiez • 08 April 2020 11:45
Jakarta: Kualitas udara DKI Jakarta semakin baik pada 10 hari kedua penerapan physical distancing (jaga jarak fisik) akibat penyebaran virus korona (covid-19). Pencemaran udara menurun drastis sepanjang 26 Maret 2020 hingga 4 April 2020.
 
Kondisi ini berbeda dibandingkan 10 hari pertama physical distancing, yakni 16-25 Maret 2020. Udara Ibu Kota masih dalam kategori tidak sehat.
 
"Pencemaran udara di DKI Jakarta telah turun drastis sehingga kualitas udara mendekati kategori baik atau particulate matter (PM) 2.5 rata-rata (konsentrasi polutan) 18.46 µg/m3. Artinya, kini hari-hari di Jakarta telah diwarnai kualitas udara dengan kategori relatif baik," kata Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin kepada Medcom.id, Rabu, 8 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Safrudin menjelaskan angka kualitas udara Ibu Kota telah sesuai standar yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Dia menyebut hibernasi atau meditasi alam sebagai akibat dari penyebaran covid-19 dengan seruan pemerintah agar tetap jaga jarak telah mampu menurunkan polusi udara.
 
"Sehingga akan sangat membantu meringankan risiko bagi penderita terinfeksi covid-19," ujar Safrudin.
 
(Baca: Jakarta Peringkat 33 Kota Terpolusi)
 
Safrudin menyebut pelaksanaan physical distancing harus dilanjutkan secara disiplin dan konsisten oleh semua pihak. Selain mampu memutus potensi penularan covid-19, langkah itu juga dinilai memberikan manfaat dalam peningkatan kualitas udara di DKI Jakarta.
 
"Hal serupa juga dapat terjadi di kota-kota lain kategori red-zone darurat covid-19 yang selama ini padat dengan kendaraan bermotor dan industrialiasi," ujar Safrudin.
 
Namun, dia menilai perlu ada kepastian fasilitas yang memadai dari pemerintah untuk mendukung physical distancing. Hal ini guna memaksimalkan kegiatan pembatasan jarak tersebut.
 
"Seperti kemudahan akses kebutuhan pokok baik dari aspek harga maupun kuantitas pasokan, jaminan pemenuhan kebutuhan pokok oleh pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan harian dan atau masyarakat berpenghasilan tidak tetap, para usia lanjut, dan lain-lain," ujar Safrudin.
 
Informasi yang dihimpun dari Airvisual.com, indeks kualitas udara berada pada angka 71 atau setara particulate matter (PM) 2.5 dengan konsentrasi polutan 21.5 µg/m³ pada Rabu, 8 April 2020 pukul 11.00 WIB. Kualitas udara masuk kategori sedang.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif