NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahilah

Belum Normalisasi, 12 Titik Sungai Jakarta Berpotensi Banjir

Nasional banjir jakarta Jakarta Banjir
Antara • 25 Februari 2020 06:04
Jakarta: Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut ada sekitar 12 titik di sungai Jakarta berpotensi banjir. Potensi ini dideteksi lantaran sungai itu belum dinormalisasi.
 
"Ada 83 titik lokasi banjir, kan 12 titik di lokasi yang belum dinormalisasi," kata Ketua BBWSCC, Bambang Hidayah, melansir Antara, Selasa, 25 Februari 2020.
 
Ia memaparkan sebanyak delapan titik yang belum dinormalisasi berlokasi di Sungai Sunter. Sementara di Sungai Cakung ada dua titik, dan satu titik di Sungai Pesanggrahan. Satu titik lain yakni kebocoran pada dinding beton alias sheet pile di Kali Sentiong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bambang, puluhan titik banjir lainnya merupakan kawasan sistem drainase. Misalnya, permukiman atau jalan-jalan dekat saluran air atau drainase.
 
BBWSCC ditugaskan menormalisasi berbagai sungai dan membangun sodetan Sungai Ciliwung. Untuk normalisasi, BBWSCC menargetkan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 1,5 kilometer. Normalisasi terkendala pembebasan lahan.
 
"Dilakukan di daerah Pejaten Timur dan Istiqlal dana sekitar Rp30 miliar," kata Hidayah.
 
Setelah menormalisasi sungai, secara bertahap kemudian dilakukan revitalisasi, termasuk di situ dan embung. Salah satunya, di Danau Kemayoran untuk mencegah banjir di terowongan Kemayoran.
 
"Kan kemarin hujan ekstrem. Jadi saat ekstrem kan tidak tenggelam lagi, turun 2,4 meter (air yang surut) karena pengerukan," katanya.
 
Baca:Banjir Jakarta Lambat Surut Disebut Akibat Gelombang Pasang
 
Sementara, untuk sodetan Sungai Ciliwung di Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, BBWSCC masih menunggu penentuan lokasi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk melanjutkan pembangunan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT).
 
Perkembangan pembangunan sodetan Sungai Ciliwung mencapai 600 meter. Ini baru separuh dari total target sodetan sepanjang 1,26 km dengan kapasitas 60 meter kubik per detik.
 
"Kemudian mengumpulkan berkas-berkas kepemilikan tanah jadi nanti dipadukan dibikin suatu bidang oleh satgas. Biasanya kan yang pimpin BPN (Badan Pertanahan Nasional)," ujar dia.
 
Ia mengungkapkan setelah terpetakan bidang lahannya kemudian diumumkan bidang-bidang yang akan digunakan. Setelah itu, dikaji tim penilai untuk menentukan nilai kelayakan yang akan diganti.
 
Jika sodetan terealisasi, kata dia, setidaknya bisa mengendalikan debit air yang masuk ke Jakarta. Namun, butuh waktu untuk pembebasan lahan di Bidara Cina, terlebih setelah pemerintah Provinsi DKI Jakarta kalah gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif