Puluhan celurit yang disita dari tawuran dan pencurian dengan kekerasan. Medcom.id/Yurike Budiman
Puluhan celurit yang disita dari tawuran dan pencurian dengan kekerasan. Medcom.id/Yurike Budiman

Kasus Tawuran di Jakarta Utara Meningkat

Nasional tawuran kejaksaan agung
Yurike Budiman • 12 November 2020 10:10
Jakarta: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Utara Sudarmawan mengungkapkan kasus tawuran menonjol setahun terakhir. Perselisihan yang kerap terjadi antara dua kubu ini mengakibatkan penggunaan senjata tajam meningkat.
 
"Sekarang mulai ada tawuran-tawuran sampai ada yang meninggal," kata Sudarmawan di Kejari Jakut, Rabu, 10 November 2020.
 
Sudarmawan menyebut saat pertama kali menjabat pada 2018, kasus tawuran belum terlalu banyak. Kini, tawuran bahkan melibatkan anak di bawah umur 18 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya memusnahkan barang bukti perkara periode Oktober 2019 hingga Juli 2020. Sebanyak 45 senjata tajam dimusnahkan
 
(Baca: Patroli Siber Digencarkan Cegah Tawuran)
 
"Senjata tajam meningkat karena tawuran itu, mereka rata-rata bawa senjata tajam. Mungkin habis tawuran rata-rata takut, jadi ke mana-mana bawa senjata tajam," kata Sudarmawan.
 
Puluhan senjata tajam itu didominasi celurit dari kasus tawuran. Senjata tajam lain yang disita dari kasus pencurian dengan kekerasan.
 
Kasus narkotika juga masih menjadi masalah di wilayahnya. Sudarmawan menilai tidak ada penurunan kasus narkotika.
 
"Ini banyak yang kita (Kejaksaan) tangani tapi masih banyak juga yang tertangkap dan ditangani Polres. Dari tahun ke tahun saya kira tidak ada penurunan signifikan," kata Sudarmawan.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif