Malam takbiran di Jakarta diwarnai kembang api tanpa takbir keliling/Medcom.id/Theofilius.
Malam takbiran di Jakarta diwarnai kembang api tanpa takbir keliling/Medcom.id/Theofilius.

Malam Takbiran Lengang di Jakarta

Nasional dki jakarta Virus Korona virus corona Ramadan 2020
Theofilus Ifan Sucipto • 23 Mei 2020 22:57
Jakarta: Malam takbiran boleh jadi malam yang ditunggu umat muslim di Jakarta. Setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa, umat muslim bersiap menyambut hari raya Idulfitri pada Minggu, 24 Mei 2020.
 
Namun, pandemi virus korona (covid-19) membuat suasana malam takbiran tak seperti tahun sebelumnya. Biasanya, jalanan Jakarta tak pernah sepi dari takbir keliling menyambut Idulfitri.
 
Rutinitas tahunan itu tak ditemui di Jakarta pada malam lebaran tahun ini. Medcom.id mencoba menyusuri Ibu Kota untuk mengetahui aktivitas masyarakat saat malam takbiran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penelusuran dimulai dari Kedoya, Jakarta Barat. Di daerah ini, lantunan takbiran berkumandang dari segala penjuru diikuti bunyi beduk.
 
Suasana langit meriah kala kembang api berlomba-lomba mewarnai malam takbiran. Namun tak tampak keramaian di jalanan, tak ada takbiran keliling di kawasan ini.
 
Pantauan berlanjut ke wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Hampir seluruh toko di pinggir jalan tutup kecuali minimarket. Beberapa warga melintas dengan kendaraan pribadi.
 
Malam Takbiran Lengang di Jakarta
Kawasan Semanggi menuju Cawang terpantau sepi/Medcom.id/Theofilius.
 
Selanjutnya Medcom.id mencoba memantau situasi di jalan tol dari Tangerang arah Jakarta. Jalan tol terlihat relatif lantaran hanya tiga atau empat mobil yang melintas dalam satu menit. Hal yang sama juga terjadi di arah sebaliknya.
 
Perjalanan berlanjut ke arah Harmoni, Jakarta Pusat dan melewati daerah Kiai Caringin. Jalanan tampak lengang dan baru muncul sedikit kepadatan di setiap lampu merah.
 
Saat memasuki Harmoni, Medcom.id langsung mengarah ke Monas untuk melihat situasi di sana. Ternyata, seluruh sisi Monas dijaga oleh polisi dan satuan polisi pamong praja (Satpol PP).
 
Meski terdapat mobil dan motor yang melintas, namun lalu lintas di sekitar Monas tidak padat. Bahkan, beberapa masyarakat ada yang bersepeda sambil sesekali melirik ke langit dan menikmati pancaran kembang api.
 
Malam Takbiran Lengang di Jakarta
Monumen Nasional ditutup saat malam takbiran/Medcom.id/Theofilius.
 
Tidak nampak masyarakat yang berkerumun di sekitar Monas. Sebab, seluruh pintu Monas ditutup. Parkiran IRTI yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan juga ditutup sehingga tak ada pengunjung.
 
Maju sedikit ke arah Stasiun Gambir, tampak Satpol PP menertibkan kendaraan yang berhenti di wilayah itu. Bahkan, bajaj yang sedang berhenti di dekat Stasiun Gambir turut ditertibkan.
 
“Maju maju jangan di sini,” ujar salah satu satpol PP yang tengah menertibkan bajaj.
 
Malam Takbiran Lengang di Jakarta
Kawasan Kiai Caringin lengang/Medcom.id/Theofilius.
 
Keramaian baru terlihat di Jalan Medan Merdeka Timur. Medcom.id menemukan banyak pedagang kaki lima yang berjualan mulai dari nasi goreng, sate ayam, hingga minuman.
 
Daerah ini juga dipadati mobil dan motor yang mengarah ke Cikini, Jakarta Pusat. Para pengendara motor memang menggunakan masker. Namun ada belasan pengendara yang terpantau tidak menggunakan helm.
 
Penelusuran Medcom.id berlanjut ke wilayah Karet Semanggi, Jakarta Selatan. Sepanjang jalan arteri, kondisi lalu lintas sangat lancar sampai mengarah ke arteri Cawang, Jakarta Timur.
 
Baca:Warga DKI Diminta Tetap di Rumah Selama Idulfitri
 
Kondisi serupa juga terjadi di jalan tol Semanggi arah Jakarta dan juga sebaliknya. Tidak ada kerumunan maupun masyarakat yang berkeliling merayakan malam takbiran di wilayah ini.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga DKI, terutama umat muslim, untuk tetap di rumah selama Idulfitri 1441 Hijriah. Hal ini demi menekan potensi penyebaran virus korona.
 
"Tetap di rumah pada hari jelang lebaran, saat lebaran dan sesudah lebaran. Artinya jangan sampai kita melonggarkan diri melupakan kedisplinan yang kita jaga dua bulan, supaya kita tidak kembali ke situasi bulan Maret," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Anies mengingatkan penyebaran covid-19 terpusat di Jakarta. Seluruh pihak harus mengikuti aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif