Penjelasan Pemprov tak Tutup Diskotek di Hotel Berbintang
Ilustrasi tempat hiburan. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan aturan terkait waktu penyelenggaraan tempat hiburan malam selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Tapi, aturan tersebut hanya berlaku untuk hotel bintang empat ke bawah.

Seperti yang dikatakan pada Surat edaran Nomor 17 tahun 2018 tentang penutupan tempat hiburan malam selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Dalam surat itu dikatakan, usaha pariwisata yang diselenggarakan di hotel bintang empat dan lima dikecualikan dari pengaturan jam operasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati menjelaskan, hotel bintang empat dan lima memiliki aturan sendiri. Biasanya, mereka selalu taat mengikuti aturan tersebut.


"Karena biasanya hotel bintang empat itu punya grup ya. Misalnya, Ritz Carlton mereka sudah punya aturan sendiri, SOP sendiri dan sudah internasional. Jadi sudah bisa dipastikan mereka mengikuti aturan itu," kata Tinia saat dihubungi, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Baca: DKI Atur Jam Operasional Hiburan Malam
 
Sementara yang menjadi perhatian Disparbud ialah hotel bintang tiga ke bawah. "Yang banyak (melanggar) justru yang di bawah itu," imbuh dia.

Sementara subjenis usaha seperti diskotek yang menyatu dengan kawasan komersial, tidak berdekatan dengan pemukiman warga, rumah ibadah, sekolah, dan rumah sakit dikecualikan dari aturan. 

Dalam edaran tersebut dikatakan, seluruh tempat pariwisata yang diwajibkan tutup total saat Ramadan yakni kelab malam, diskotek, mandi uap, rumah pijat, dan bar. Sedangkan Sedangkan jenis usaha seperti karaoke eksekutif dapat diselenggarakan mulai pukul 20.30 WIB sampai pukul 01.30 WIB.

"Untuk karaoke keluarga dapat diselenggarakan mulai dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB," ujar Tinia.

Syaratnya, karaoke keluarga tidak boleh menyediakan pelayanan bar dan minuman beralkohol. Pemprov juga mengatur jam operasional usaha biliar atau bola sodok.

"Mereka yang berlokasi dalam satu ruangan dengan usaha karaoke dan pun bisa buka dari pukul 20.30 WIB sampai pukul 01.30 WIB," kata dia.

Sementara yang berlokasi tidak dalam satu ruangan dengan bar, karaoke, dan kelab malam bisa buka sejak pukul 10.00 WIB sampai 24.00 WIB. Kendati begitu, seluruh tempat hiburan malam tetap wajib tutup pada saat malam Nuzulul Qur'an, satu hari sebelum Ramadan, hari pertama bulan Ramadan, hari pertama dan satu hari pertama Idul Fitri. 

Selain itu, selama Ramadan, seluruh tempat hiburan dilarang memasang poster yang menunjukkan pornografi, pornoaksi, dan erotisme.




(YDH)