Ilustrasi gelaran Formula E. Foto: AFP/Kenzo Tribouillard
Ilustrasi gelaran Formula E. Foto: AFP/Kenzo Tribouillard

Monas Jadi Trek Formula E Hingga 2 Musim

Nasional Formula E
Putri Anisa Yuliani • 13 Februari 2020 11:19
Jakarta: Provinsi DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah ajang Formula E selama lima musim atau lima tahun hingga 2024. Kawasan Monumen Nasional dan Medan Merdeka, Jakarta, akan dua kali atau dua musim menjadi trek adu balap mobil listrik.
 
"Kita bisa membuat lintasan bukan hanya di Monas. Jadi selama lima tahun, di Monas dua kali, lainnya ke mana ke mana. Selama lima tahun bisa pindah-pindah," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Hari menjelaskan, pembangunan sirkuit seperti pengaspalan akan dimulai April 2020. Pemprov DKI akan meniru sirkuit di Kota Roma, Italia, yang juga melintasi bangunan dan lokasi cagar budaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jalanan itu dilengkapi dengan batuan cobblestone seperti beberapa area di Monas. Panitia penyelenggaraan Formula E di Kota Roma hanya melapisi cobblestone itu dengan aspal grade tiga sesuai standar Fomula E.
 
"Di Roma kan kayak semacam cagar budaya juga. Ada cobblestone begitu, makanya enggak dibongkar tapi dilapis. Tapi di Monas tidak temasuk cagar budaya. Yang termasuk (cagar budaya) adalah Tugu Monas, cawan, sama simpang. Cobblestone itu dulu hotmix (aspal), kemudian dicor dulu, baru dipasang cobblestone. Jadi sebenarnya tidak meresap air juga itu," jelas dia.
 
Monas Jadi Trek Formula E Hingga 2 Musim
Desain sementara sirkuit Formula E di Monas, Jakarta. Foto: Istimewa
 
Hari mengatakan pemilihan melapisi batuan andesit itu dilakukan karena lebih efisien dari segi waktu. Dia khawatir tidak terkejar penyelesaian pekerjaan dengan tenggat waktu persiapan yang jatuh pada April bila harus membongkar.
 
Hari menegaskan penyelenggaraan Formula E di Monas akan memperhatikan rekomendasi dari Komisi Pengarah, termasuk soal cagar budaya.
 
"Kita sudah dapat surat persetujuan dari Ketua Komisi Pengarah, Pak Mensesneg. Itu mana yang bisa mencegah kelestarian ya semuanya, nanti pelaksana pembangunan lintasan sirkuit nanti tetap mengakomodir itu tadi kaidah-kaidah yang disarankan," tegas dia.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif