Ilustrasi. Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Antara/Muhammad Adimaja
Ilustrasi. Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Antara/Muhammad Adimaja

44 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon dalam Sehari

Nasional dki jakarta Virus Korona
Kisar Rajaguguk • 20 September 2020 03:54
Jakarta: Petugas gali kubur di taman pemakaman umum (Satpel TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, kembali memakamkan jenazah covid-19. Ada 44 jenazah yang dimakamkan dalam sehari.
 
"Ini rekor tertinggi memakamkan jenazah sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan TPU Pondok Ranggon sebagai pemakaman covid-19 pada 2 Maret lalu," kata Kasatpel TPU Pondok Ranggon, Marton Sinaga, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 19 September 2020.
 
Jenazah yang dimakamkan terdiri atas 20 laki-laki 24 perempuan. Semua dimakamkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) pemakaman covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenazah tersebut dimakamkan di dua lokasi yakni unit pemakaman Islam dan Kristen pada lahan khusus blok AA1. Sebelumnya, sudah ada 2.656 jenazah covid-19 yang dimakamkan di lahan tersebut.
 
"Petugas gali tutup makam kerja secara maraton dari pagi hari hingga malam, sehingga 44 jenazah bisa selesai dimakamkan di bawah pukul 24.00 WIB," ucapnya.

Marton mengatakan 44 jenazah tersebut dijemput dari rumah sakit yang berada di wilayah DKI Jakarta. Mereka diangkut mobil ambulans milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.
 
"Jenazah adalah warga DKI, tak ada warga Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi)," bebernya.
 
Marton memastikan kedalaman liang lahat tetap sesuai standar yakni dua meter meskipun pemakaman dilakukan pada malam hari. "Tak ada pengurangan dalamnya lubang sekalipun jenazah-jenazah itu dimakamkam di malam hari," ujarnya.
 
Baca: Pasien Covid-19 Sembuh di DKI Tertinggi Nasional
 
Ketika jenazah selesai dimakamkan, terang dia, petugas menancapkan tanda berupa papan lengkap dengan nama, tanggal lahir, tanggal, bulan, dan tahun meninggal di timbunan tanah makam Islam.
 
Begitu pun dengan jenazah Kristen ditandai dengan papan salib lengkap dengan nama, tanggal lahir, tanggal, bulan dan tahun meninggal. "Tujuannya supaya ahli waris mudah mencarinya saat melakukan ziarah," terangnya.
 
(AZF)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif