Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

210 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara

Nasional dki jakarta PSBB
Kautsar Widya Prabowo • 21 Mei 2020 18:47
Jakarta: Sebanyak 210 perusahaan ditutup sementara karena melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dampaknya, 17.361 pekerja atau buruh ikut dirumahkan.
 
"Perusahaan atau tempat kerja yang ditutup adalah mereka yang tidak dikecualikan namun tetap melakukan kegiatan usahanya. Sehingga dilakukan penghentian sementara kegiatannya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansah, kepada Medcom.id, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Perusahaan yang ditutup berada di lima wilayah administrasi Jakarta. Terbanyak berada di Jakarta Barat yakni 54 perusahaan dengan 1.551 pekerja dan Jakarta Selatan sebanyak 51 perusahaan dengan 1.629 pekerja. Kemudian Jakarta Utara dengan 37 perusahaan yang mempekerjakan 7.670 pekerja, Jakarta Timur yakni 35 perusahaan dengan 4.191 pekerja dan Jakarta Pusat dengan 33 perusahaan yang menaungi 2.320 pekerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, terdapat 319 perusahaan atau tempat kerja yang tidak dikecualikan namun memiliki izin Kementerian Perindustrian. Perusahaan tersebut belum melaksanakan protokol kesehatan secara menyeluruh.
 
"Sebanyak 319 perusahan dengan 58.137 pekerja atau buruh diberikan peringatan dan pembinaan," tuturnya.
 
Baca:1.222 Perusahaan di Jakarta Langgar PSBB
 
Perusahan-perushaan tersebut tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Antara lain tujuh perusahaan dengan 848 pekerja di Jakarta Pusat, 77 perusahaan dengan 10.195 pekerja di Jakarta Barat, 102 perusahaan dengan 20.604 pekerja di Jakarta Utara. Kemudian 116 perusahaan dengan 25.091 pekerja di Jakarta Timur dan 17 perusahaan dengan 1.399 pekerja di Jakarta Selatan.
 
Kemudian ada 737 perusahaan atau tempat kerja yang dikecualikan namun belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan. Perusahaan-perusahaan itu juga diberi peringatan dan pembinaan terhadap 89.184 pekerjannya.
 
Rinciannya, di Jakarta Pusat ada 182 perusahaan dengan 15.808 pekerja, Jakarta Barat 86 perusahaan dengan 9.308 pekerja, sementara di Jakarta Utara sebanyak 149 perusahaan dengan 26.453 pekerja. Selanjutnya, di Jakarta Timur ada 166 perusahaan dengan 25.335 pekerja dan di Jakarta Selatan ada 150 perusahaan dengan 12.225.
 
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta terus melakukan penertiban perusahaan-perusahaan yang membandel. "Mudah-mudahan perusahan atau tempat kerja sudah paham dan menjalankan protokol covid-19," kata dia.
 
Informasi lengkap terkait korona bisa dibaca di sini.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif